Wapres Tinjau Perkembangan Tol Prosiwangi
- 12 Jul 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pembangunan Tol Prosiwangi ruas Gending–Besuki sepanjang 49,7 kilometer telah mencapai progres konstruksi 100 persen sejak April 2026.
- Proyek sedang memasuki tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) dan ditargetkan beroperasi pada semester kedua 2026 menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
- Tol ini akan mengurangi waktu perjalanan dari Probolinggo ke Banyuwangi dari sekitar lima jam menjadi tiga jam saat fully operational.
RRI.CO.ID, Situbondo – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) ruas Gending–Besuki di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian infrastruktur strategis yang diharapkan memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Pulau Jawa.
Peninjauan dilakukan usai Wapres mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar, Banyuwangi, Jumat 10 Juli 2026. Tol Prosiwangi nantinya akan menjadi bagian dari jaringan jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta hingga Banyuwangi sebagai akses menuju Pulau Bali.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Purwantono, menjelaskan pembangunan Tol Prosiwangi ruas Gending–Besuki sepanjang 49,7 kilometer telah mencapai progres konstruksi 100 persen sejak April 2026. Saat ini, proyek tersebut memasuki tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebelum dapat dioperasikan secara komersial.
"Pengelola bersama kementerian dan lembaga terkait tengah menuntaskan tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi guna memastikan seluruh aspek, mulai dari marka jalan, keselamatan, drainase, konstruksi badan jalan hingga struktur jembatan telah memenuhi standar," kata Rivan.
Menurutnya, Wapres mengapresiasi penyelesaian konstruksi yang telah mencapai 100 persen dan berharap proses perizinan operasional dapat segera diselesaikan sehingga ruas tol tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat.
"Wapres mengapresiasi proyek yang telah mencapai 100 persen ini dan berharap ruas ini segera mendapatkan persetujuan laik operasi agar dapat segera dimanfaatkan," ucapnya.
Selain itu, Wapres juga memberikan perhatian terhadap percepatan pembangunan konektivitas menuju Banyuwangi. Salah satunya melalui alternatif jalur yang melewati Bondowoso dan Jember untuk mendukung aktivitas ekonomi kawasan.
"Wapres memberikan masukan terkait percepatan pembangunan serta alternatif jalur menuju Banyuwangi, termasuk melalui Bondowoso dan Jember yang dinilai lebih baik, karena Jember adalah pusat perekonomian di wilayah Jawa Timur ini," ucap Rivan.
Tol Prosiwangi ruas Gending–Besuki ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2026 atau menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kehadiran ruas tol tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik di kawasan timur Jawa Timur.
Sebelumnya, ruas tol tersebut sempat difungsikan tanpa tarif pada 14 Maret hingga April 2026 untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran. Selama masa fungsional, waktu tempuh dari Probolinggo menuju Besuki berkurang dari sekitar dua jam melalui jalur Pantura menjadi sekitar satu jam 15 menit.
Apabila seluruh tahapan pembangunan Tol Prosiwangi selesai, waktu perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi diperkirakan dapat dipangkas dari sekitar lima jam menjadi sekitar tiga jam.
Pemerintah menilai kehadiran Tol Prosiwangi tidak hanya mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan nasional, tetapi juga memperkuat konektivitas kawasan pariwisata, sentra produksi, dan Pelabuhan Ketapang sebagai gerbang penyeberangan Jawa–Bali. Infrastruktur tersebut juga diharapkan membuka peluang usaha baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah timur Jawa Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....