AIPKI Tekankan Penguatan Kesehatan Mental bagi Calon Dokter
- 19 Jul 2026 09:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- AIPKI menekankan kesehatan mental sebagai komponen penting dalam pendidikan kedokteran Indonesia agar calon dokter siap menghadapi tantangan di lapangan.
- Prof. Wisnu Barlianto menegaskan bahwa kesiapan menghadapi tantangan harus menjadi bagian integral dalam proses pendidikan kedokteran di seluruh fakultas.
- Prof. Anna Rozaliyani menggarisbawahi bahwa profesi dokter memerlukan dukungan dari berbagai pihak, karena menjaga kesehatan masyarakat bukan hanya tanggung jawab dokter semata.
RRI.CO.ID, Jakarta - Asosiasi Institusi Penyelenggara Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) tekankan penguatan kesehatan mental sebagai bagian penting dalam pendidikan dokter Indonesia. Langkah tersebut dinilai diperlukan agar calon dokter memiliki kesiapan menghadapi tantangan selama pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami selalu tekankan pada seluruh anggota, pada seluruh fakultas, bahwa bagaimana kita bisa membekali mahasiswa kita. Membekali untuk siap dalam bekerja dan menghadapi permasalahan di lapangan,” kata Ketua Umum AIPKI, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, saat Jumpa Pers Forum Dekan FK UI 2026 di Fakultas Kedokteran UI Salemba, Jakarta, Sabtu, 18 Juli 2026.
Wisnu menegaskan kesiapan menghadapi tantangan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan kedokteran. Karena itu, AIPKI mendorong seluruh fakultas untuk membangun sistem pembelajaran yang mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi situasi di lapangan.
Sementara itu, berbagai kasus yang menimpa tenaga medis menunjukkan bahwa dokter juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Urusan menjaga kesehatan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab dokter semata.
“Kemudian kasus-kasus lain terkait situasi para dokter yang juga sebetulnya tidak sedang baik-baik saja. Sebetulnya kita juga perlu dukungan dari semuanya, karena urusan kesehatan itu bukan hanya tugas dokter,” kata Dekan Fakultas Kedokteran UI, Prof. Anna Rozaliyani, pada kesempatan yang sama.
Anna menilai berbagai persoalan yang muncul harus dilihat secara lebih komprehensif. Ia berharap pemerintah dapat memperkuat sistem pendidikan kedokteran agar proses pembelajaran berlangsung aman dan profesional.
“Mari kita melihat dalam perspektif yang luas, bahwa kita juga perlu mendorong sistem yang akan dikuatkan oleh pemerintah. Bahwa sistem pendidikan kedokteran harus menjamin prosesnya berjalan dengan aman dan para dosen maupun mahasiswa diberikan rasa aman,” ucap dia.
Anna menjelaskan bahwa penekanan terhadap mutu pendidikan bukan semata-mata bertujuan agar mahasiswa lulus ujian. Lebih dari itu, mutu pendidikan diperlukan untuk memastikan dokter yang diluluskan benar-benar kompeten dalam menjaga keselamatan pasien.
Ia berharap seluruh pihak dapat ikut mendukung terciptanya sistem pendidikan kedokteran yang lebih baik. Menurut Anna, kolaborasi tersebut dibutuhkan agar dokter dapat memperoleh dukungan dan empati dalam menghadapi berbagai tantangan profesi. (Shafa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....