Wapres Tinjau Progres Pembangunan PSEL di Palembang

  • 17 Jul 2026 06:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wapres Gibran meninjau pembangunan PSEL Keramasan di Palembang yang telah mencapai progress 89,16 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
  • Fasilitas PSEL Keramasan dirancang mengolah 1.000 ton sampah per hari menggunakan teknologi Moving Grate Incinerator dan mampu menghasilkan 17,7 megawatt energi hijau untuk jaringan listrik Kota Palembang.
  • Abu hasil pembakaran sampah akan diproses khusus dan dimanfaatkan sebagai material konstruksi seperti bahan timbunan reklamasi dan konblok, sehingga menciptakan nilai tambah dalam sistem pengelolaan sampah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau progres pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Keramasan di Palembang. Peninjauan ini sebagai bagian dari pelaksanaan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto memperkuat pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan energi bersih.

Wapres meninjau sejumlah fasilitas utama PSEL Keramasan untuk memastikan pembangunan proyek strategis tersebut berjalan sesuai target. Selama peninjauan, Manajer Operasional PSEL Keramasan Satriawan Kirana memberikan penjelasan kepada Wapres mengenai sistem pengolahan sampah

Saat beroperasi nanti PSEL Keramasan dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari. Pengolahan itu dilakukan menggunakan teknologi Moving Grate Incinerator berkapasitas 2 x 500 ton per hari.

Ia menambahkan prioritas pengoperasian fasilitas tersebut adalah memaksimalkan pemusnahan dan reduksi sampah secara massal. "Ke depan, [prioritas] kita adalah memusnahkan dan mereduksi sampah secara massal,” kata Satriawan, Kamis, 16 Juli 2026.

“Dengan 1.000 ton (sampah), kita menghasilkan 17,7 megawatt energi hijau, kelistrikan hijau kita sambungkan ke jaringan utama Kota Palembang kelistrikannya. Jadi sampahnya dari Palembang, kita kembalikan dalam bentuk kelistrikan hijau ke Kota Palembang,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Wapres turut menanyakan pengelolaan abu yang nantinya dihasilkan dari proses pengolahan sampah. Menanggapi hal itu, Satriawan menjelaskan bahwa abu tersebut akan diolah melalui proses khusus.

"Jadi kita kedepankan adalah pemusnahan, mereduksi sampah secara massal. Abu-nya nanti kita treatment sehingga bukan menjadi limbah B3 lagi, itu nanti banyak kegunaannya Pak," ucapnya.

Ia menambahkan, abu hasil pembakaran nantinya dapat dimanfaatkan sebagai material konstruksi, seperti bahan timbunan reklamasi maupun konblok. Pemanfaatan residu tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah dalam sistem pengelolaan sampah.

Berdasarkan laporan per 30 Juni 2026, progres fisik pembangunan PSEL Keramasan telah mencapai 89,16 persen. Fasilitas strategis ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

Setelah beroperasi, PSEL Keramasan diharapkan mampu menjadi solusi pengelolaan sampah perkotaan melalui pengurangan volume sampah secara signifikan. Selain itu PSEL ini diharapkan menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....