MPR: Kolaborasi Kunci Atasi Darurat Kesehatan Mental Anak

  • 12 Jul 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong langkah nyata dan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi darurat kesehatan mental anak
  • Sebagai upaya membangun generasi penerus yang sehat dan berdaya saing
  • Lestari yang akrab disapa Rerie mengatakan kesehatan mental anak perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong langkah nyata dan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi darurat kesehatan mental anak. Sebagai upaya membangun generasi penerus yang sehat dan berdaya saing.

Lestari yang akrab disapa Rerie mengatakan kesehatan mental anak perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. "Dibutuhkan langkah nyata bersama dalam mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing dengan mendorong agar kesehatan jiwa atau mental anak mendapat perhatian serius semua pihak," kata Rerie, Minggu, 12 Juli 2026.

Rerie mengungkapkan, berdasarkan hasil skrining Program Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan pada Januari 2026, sekitar 4,8 persen. Atau 363.326 anak berusia 7–17 tahun terindikasi mengalami gejala depresi.

Selain itu, data Polri menunjukkan kasus bunuh diri pada kelompok usia 0–15 tahun meningkat dari 604 kasus pada 2022 menjadi 1.498 kasus pada 2024. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan mental anak, yang kerap berkaitan dengan pengalaman kekerasan maupun persoalan psikososial lainnya.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI menilai pelibatan anak, keluarga, sekolah, pemerintah. Serta berbagai pihak terkait penting dilakukan agar kebijakan yang disusun lebih berpihak pada kebutuhan anak.

Ia juga mendorong penguatan sinergi dalam penanganan kasus kekerasan dan kesehatan mental anak sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia. Ini yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

"Tanpa kesiapan mental dan psikologis yang sehat. Generasi penerus akan kesulitan menghadapi tantangan global dan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....