Bisa Cegah Anak Putus Sekolah, Beasiswa Pemprov Jabar Dapat Dukungan Legislator

  • 27 Jun 2026 00:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DPRD Jabar mendukung program beasiswa Pemprov Jabar bagi siswa sekolah swasta tingkat SMA/SMK di Jawa Barat yang kondisi ekonominya tidak mampu atau gagal masuk sekolah swasta.
  • Dukungan tersebut dikarenakan program beasiswa tersebut bisa mencegah anak putus sekolah di Jabar.

RRI.CO.ID, Kabupaten Garut- Program beasiswa pendidikan Pemprov Jabar untuk siswa sekolah swasta tidak mampu atau gagal masuk sekolah negeri disambut positif. Salah satunya dari Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Aten Munajat.

Menurutnya, program beasiswa tersebut merupakan salah satu solusi mengurangi angka anak putus sekolah di Jabar. Dan sebagai legislator pihaknya mendukung program Pemprov Jabar di bidang pendidikan, tersebut.

"Kebijakan ini juga menjadi solusi untuk mengurangi angka putus sekolah di Jawa Barat. Jangan sampai anak-anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena tidak tertampung di sekolah negeri," katanya, lewat keterangannya, Jumat, 26 Juni 2026.

Ia menuturkan, Komisi V DPRD Jabar yang salah satunya membidangi pendidikan terus berupaya memberikan perhatian terkait program pendidikan. Terutama saat ini momentum penerimaan siswa baru di tingkat SMA/SMK sederajat.

Saat ini, kata dia, banyak orang tua yang ingin memasukkan anaknya ke SMA/SMK negeri karena bebas biaya. Hanya saja tidak semuanya bisa masuk. Karena adanya aturan dalam proses SPMB seperti prestasi akademik dan bukan akademik, maupun domisili.

Ia berharap siswa yang tidak lolos masuk sekolah negeri itu menjadi perhatian pemerintah. Sehingga mereka tetap bisa sekolah tanpa memikirkan masalah ekonomi apabila sekolah di swasta.

"Kebijakan ini merupakan langkah positif untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan. Yang tentunya layak tanpa terkendala faktor ekonomi," katanya.

Meski mendukung program beasiswa Pemprov Jabar, ia mengingatkan agar program tersebut harus transparan dan tepat sasaran. Tentunya dengan memprioritaskan siswa dari kalangan keluarga tidak mampu, berprestasi dan mereka yang berpotensi putus sekolah.

"DPRD Jawa Barat memandang bahwa program ini harus diarahkan. Terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan mereka yang berpotensi putus sekolah," katanya.

Ia mengatakan, bantuan dari pemerintah provinsi itu tentunya harus mempertimbangkan dengan tingkat kemampuan anggaran. Apabila kemampuan fiskal daerah memungkinkan, kedepan besaran bantuan pendidikan bisa diperluas.

"Kemampuan fiskal harus dipertimbangkan betul oleh Pemprov Jabar. kalau memang mencukupi ke depannya bisa diperluas sehingga semakin banyak yang menerima manfaat program beasiswa gratis di sekolah swasta," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi siap mengucurkan anggaran program beasiswa untuk 80 ribu siswa yang sekolah di swasta tingkat SMA/SMK. Yang diberikan bagi siswa tidak mampu dan siswa yang gagal masuk sekolah negeri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....