Komisi VI DPR Dorong Investasi Industri Bahan Baku Obat

  • 12 Jul 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi VI mendorong penguatan investasi untuk meningkatkan produksi bahan baku obat dalam negeri.
  • Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku obat, terutama dari Tiongkok dan India.
  • Danantara didorong mendukung pembangunan lebih banyak fasilitas produksi bahan baku obat nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, mendorong penguatan investasi untuk industri bahan baku obat. Dukungan investasi dinilainya penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor.

Hal tersebut disampaikan Rizal saat kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI di Semarang, Jumat, 10 Juli 2026. Saat ini, ujarnya, sebagian besar kebutuhan bahan baku obat masih dipenuhi melalui impor, terutama dari Tiongkok dan India.

Rizal menilai Indonesia memiliki kekayaan bahan mentah yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku obat. Namun, proses pengolahannya membutuhkan investasi berkelanjutan dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek.

"Yang penting adalah bagaimana kita bisa membuat bahan baku sendiri gitu, karena sebenarnya kalau bahan mentahnya, itu banyak di Indonesia. Cuman untuk memproses jadi bahan baku, kita rata-rata impor dari Cina, India, kan sayang," ujar Rizal.

Ia mengapresiasi langkah Kimia Farma yang mulai membangun fasilitas produksi bahan baku obat. Menurutnya, langkah tersebut perlu didukung melalui penguatan investasi agar kapasitas produksi nasional terus berkembang.

Rizal juga mendorong Danantara memberikan dukungan investasi besar untuk pembangunan fasilitas produksi bahan baku obat. Penambahan fasilitas dinilai penting untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional.

"Jangan khawatir memberikan investasi yang besar untuk pabrik bahan baku obat. Kalau baru satu, kalau perlu lima kita bikin, jadi Indonesia itu jadi nggak banyak impor," katanya.

Politisi Fraksi PKS tersebut menilai investasi bahan baku obat merupakan langkah strategis mengurangi ketergantungan impor. Sinergi Danantara dan Kementerian BUMN diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian industri farmasi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....