Komisi I DPR Tekankan Literasi Digital Harus Sejalan dengan Infrastruktur

  • 12 Jul 2026 01:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Literasi digital perlu diperkuat bersamaan dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
  • Masyarakat perlu memahami risiko dan mengenali berbagai modus kejahatan digital.
  • Program literasi digital harus terstruktur dan disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kelompok masyarakat.

RRI.CO.ID, Bekasi - Anggota Komisi I DPR RI, Jefry Romdhony, menekankan pentingnya literasi digital seiring pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Masyarakat perlu memahami penggunaan teknologi secara bijak agar terhindar dari berbagai kejahatan digital.

Hal tersebut disampaikan Jefry saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI di Bekasi, Jumat, 10 Juli 2026. Kunjungan tersebut membahas optimalisasi infrastruktur digital BAKTI Komdigi untuk mendukung pendidikan, kesehatan, dan perekonomian daerah.

“Literasi digital sangat penting bagi masyarakat. Kalau literasinya kurang, di era digitalisasi ini masyarakat berpotensi menjadi korban kejahatan,” ujar Jefry.

Menurutnya, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi. Masyarakat juga perlu memahami risiko dan mengenali berbagai pola kejahatan di ruang digital.

Pemahaman terhadap ciri-ciri penipuan sejak dini dinilai penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban. Berbagai modus kejahatan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan berbagai layanan digital.

“Masyarakat harus bisa menggunakan teknologi digital dengan sebijak mungkin. Mereka juga harus mengenali sejak awal apabila terdapat unsur penyimpangan, penipuan, atau hal lain yang berpotensi merugikan,” katanya.

Jefry menilai program literasi digital perlu dilaksanakan secara terstruktur dan menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Materi edukasi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan setiap kelompok.

Program tersebut perlu menyasar anak-anak, pelajar, orang tua, pelaku usaha mikro, dan pengguna baru layanan digital. Pendekatan yang tepat diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat memanfaatkan teknologi secara aman dan produktif.

Menurutnya, pembangunan jaringan tanpa peningkatan kemampuan pengguna berpotensi menciptakan kesenjangan baru. Masyarakat mungkin terhubung internet, tetapi belum tentu mampu menggunakannya secara aman dan kritis.

Konektivitas juga tidak otomatis meningkatkan produktivitas apabila masyarakat belum memiliki kemampuan digital yang memadai. Kondisi tersebut dapat membuat manfaat internet belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara optimal.

Jefry juga mendorong pemerintah mempelajari praktik baik pengembangan ekosistem digital dari sejumlah negara. Keunggulan setiap negara dapat dijadikan acuan dan disesuaikan dengan kebutuhan nasional.

“Negara A mungkin memiliki kelebihan pada satu bidang, sedangkan negara B memiliki kelebihan pada bidang lain. Kita bisa menjadikannya benchmark dan mengambil hal-hal yang baik,” katanya.

Namun, penerapan kebijakan digital harus mempertimbangkan karakteristik dan kondisi geografis Indonesia yang beragam. Tingkat kecakapan digital masyarakat yang berbeda juga perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan program.

Jefry berharap pembangunan konektivitas BAKTI Komdigi berjalan beriringan dengan edukasi keamanan digital. Masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan internet untuk belajar, bekerja, berusaha, dan berkomunikasi secara aman.

"Tujuannya agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak. Sekaligus terlindungi dari berbagai potensi kejahatan digital,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....