Kementerian Perhubungan Perkuat Konektivitas di Bali Lewat 'Water Taxi'
- 12 Jul 2026 03:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenhub mengembangkan layanan water taxi untuk memangkas waktu tempuh Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu dari 1,5–2 jam menjadi sekitar 30 menit
- Water taxi diharapkan mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus menjadi alternatif transportasi yang menarik bagi wisatawan di Bali
- Pemerintah menargetkan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai meningkat dari sekitar 24,9 juta menjadi 32 juta penumpang per tahun guna mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan
RRI.CO.ID, Denpasar - Kementerian Perhubungan mendorong pengembangan water taxi dan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk memperkuat konektivitas transportasi Bali. Program tersebut diarahkan mengurangi kepadatan jalan serta meningkatkan kapasitas pelayanan penumpang di Pulau Dewata.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pengembangan transportasi dilakukan melalui penguatan moda laut dan udara. Kebijakan tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Gubernur Bali I Wayan Koster di Denpasar, Kamis, 9 Juli 2026.
Water taxi direncanakan menjadi moda alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dari Bandara Ngurah Rai. Layanan tersebut diproyeksikan menghubungkan bandara dengan kawasan Canggu melalui jalur laut.
Waktu perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu diperkirakan dapat dipangkas signifikan. Perjalanan yang kini membutuhkan 1,5 hingga 2 jam ditargetkan menjadi sekitar 30 menit.
“Kita sudah menghitung, dari bandara ke Canggu bisa ditempuh sekitar 30 menit. Paling tidak ini dapat mengurangi beban jalan, animo wisatawan juga cukup tinggi karena memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda,” ucap Menteri Perhubungan Dudy di Bali, Kamis, 9 Juli 2026.
Kemenhub menilai water taxi dapat mengurangi beban kendaraan pada ruas jalan menuju kawasan wisata Canggu. Moda tersebut juga diharapkan memberi pilihan perjalanan baru bagi wisatawan yang datang ke Bali.
Selain transportasi laut, pemerintah terus mendorong pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. Pengembangan kapasitas bandara dilakukan untuk menyesuaikan pertumbuhan jumlah penumpang setiap tahun.
Jumlah penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai saat ini mencapai sekitar 24,9 juta orang per tahun. Angka tersebut disebut telah melampaui kondisi sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia.
“Kita melihat jumlah penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai saat ini mencapai sekitar 24,9 juta penumpang per tahun, bahkan sudah melampaui kondisi sebelum pandemi Covid-19. Harapannya, melalui pengembangan kapasitas bandara, jumlah tersebut dapat meningkat hingga sekitar 32 juta penumpang sehingga dapat mendukung pemerataan pembangunan,” ujar Dudy.
Pemerintah menargetkan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai meningkat hingga sekitar 32 juta penumpang. Peningkatan tersebut diharapkan mendukung konektivitas, pariwisata, serta pemerataan pembangunan di Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....