Kementerian Perhubungan Percepat Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara
- 01 Jul 2026 14:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenhub mempercepat persiapan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dengan target operasional pesawat jet selesai pada 17 September 2026, serta menyiapkan percepatan untuk 17 Agustus 2026
- Reaktivasi dilakukan berdasarkan kajian operasional dan safety assessment, disertai peningkatan infrastruktur, fasilitas terminal, serta PKP-PK menjadi Kategori 7
- Ditjen Hubud menyiapkan dua skema operasional, yakni layanan ATR72-500, penerbangan bisnis dan charter, serta layanan Boeing 737-800 dan Airbus A320 dengan sistem slot management
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan mempercepat persiapan reaktivasi Bandar Udara Husein Sastranegara di Bandung melalui langkah teknis dan operasional terintegrasi. Upaya tersebut dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan bandar udara kembali melayani penerbangan secara optimal.
Persiapan reaktivasi telah mencakup sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) selama dua hingga tiga minggu terakhir. Berdasarkan timeline yang disusun, seluruh kesiapan operasional melayani pesawat jet ditargetkan selesai pada 17 September 2026.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga menyiapkan skenario percepatan sesuai arahan Menteri Pertahanan untuk reaktivasi pada 17 Agustus 2026. Koordinasi lanjutan bersama Komandan Lanud Husein Sastranegara akan dilakukan guna menyepakati waktu pelaksanaan reaktivasi tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyampaikan seluruh proses reaktivasi dilaksanakan berdasarkan kajian operasional dan safety assessment yang komprehensif. Kajian tersebut menjadi dasar pemenuhan seluruh kebutuhan teknis dan operasional sebelum bandar udara kembali beroperasi.
"Reaktivasi Bandar Udara Husein Sastranegara akan dilaksanakan secara bertahap. Dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi penerbangan sipil," ujar Lukman di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Saat ini Bandar Udara Husein Sastranegara masih menghadapi sejumlah keterbatasan yang mempengaruhi pengembangan operasional penerbangan. Kendala tersebut meliputi lahan terbatas, landas pacu sepanjang 2.220 x 45 meter, KKOP terbatas, serta penggunaan bersama TNI Angkatan Udara.
Untuk mendukung pelayanan Boeing 737-800 dan Airbus A320, diperlukan peningkatan berbagai infrastruktur bandar udara secara bertahap. Pekerjaan mencakup overlay runway dan taxiway, rekonstruksi apron, serta peningkatan fasilitas terminal bagi penumpang.
Selain infrastruktur, peningkatan kategori Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran menjadi Kategori 7 juga dipersiapkan. Langkah tersebut mencakup penambahan kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF), penguatan personel, serta penyempurnaan fasilitas pendukung.
Sebagai bagian percepatan, Ditjen Hubud mendorong pemenuhan persyaratan PKP-PK Kategori 7 melalui mobilisasi sumber daya tersedia. Salah satu opsinya ialah memindahkan kendaraan PKP-PK dari Bandar Udara Kertajati setelah operasional pemulangan jemaah haji selesai.
Ditjen Hubud menyiapkan dua opsi operasional reaktivasi sesuai kesiapan infrastruktur dan kebutuhan pelayanan penerbangan di Bandar Udara Husein Sastranegara. Opsi pertama melayani pesawat ATR72-500, penerbangan bisnis, dan charter, sedangkan opsi kedua melayani Boeing 737-800 serta Airbus A320 dengan sistem slot management.
"Seluruh persiapan dilakukan secara cermat melalui koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan. Agar bandar udara dapat kembali memberikan layanan yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat," ucap Lukman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....