Menko Muhaimin: PNM Mekaar Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan Indonesia

  • 11 Jul 2026 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program Mekaar telah memberdayakan 13 juta ibu rumah tangga Indonesia menjadi tulang punggung ekonomi keluarga mereka.
  • PNM Mekaar melayani 23,3 juta perempuan prasejahtera dengan dukungan lebih dari 61 ribu pendamping di seluruh Indonesia.
  • Pemerintah mengkaji penurunan beban jasa pinjaman bagi nasabah Mekaar untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi perempuan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dinilai berhasil memberdayakan ekonomi perempuan hingga menjangkau masyarakat di tingkat akar rumput. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar.

“Sebanyak 13 juta ibu rumah tangga menjadi tulang punggung ekonomi keluarga dengan tetap produktif. Mereka menutup kekurangan biaya keluarga melalui hasil kerja keras sendiri,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2026.

Muhaimin menjelaskan PNM Mekaar melayani 23,3 juta perempuan prasejahtera melalui pendampingan lebih dari 61 ribu tenaga di seluruh Indonesia. Pendamping memperkuat pengembangan usaha sekaligus membangun disiplin dan kemandirian para nasabah.

Di Bali, kata Muhaimin, PNM membina lebih dari 422 ribu nasabah yang tergabung dalam 4.036 kelompok usaha. Sebanyak 296 pendamping mendukung pengembangan usaha dan kemandirian para nasabah.

“PNM Mekaar membangun gotong royong melalui sistem kelompok yang saling menguatkan. Pola itu menciptakan disiplin dan tanggung jawab bersama dalam menjalankan usaha,” ucap Muhaimin.

Pemerintah mengkaji penurunan beban jasa pinjaman bagi nasabah PNM Mekaar untuk mendorong pengembangan usaha lebih optimal. Kebijakan itu diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus kemandirian ekonomi perempuan.

“Karena itu pola pemberdayaan perempuan ibu-ibu rumah tangga ini harus terus kita lanjutkan dan presiden sedang memerintahkan dihitung-hitung beban bunga yang harus ditanggung. Tetapi jasa dari pinjaman uang yang harus ditanggung ibu-ibu ini kalau bisa diturunkan sehingga ibu-ibu semakin produktif, semakin semangat,” kata Muhaimin Iskandar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....