PU Optimalkan Jaringan Irigasi Bendungan untuk Dukung Swasembada Pangan

  • 11 Jul 2026 12:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU mengoptimalkan jaringan irigasi pada lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto
  • Lima bendungan tersebut diproyeksikan mendukung peningkatan produksi pangan nasional dengan layanan irigasi seluas 39.540 hektare
  • Bendungan Meninting kini mengairi sekitar 1.600 hektare sawah serta meningkatkan intensitas tanam dari satu menjadi tiga kali setahun

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan jaringan irigasi lima bendungan yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Langkah tersebut dilakukan agar air bendungan mengalir hingga lahan pertanian warga untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Lima bendungan tersebut meliputi Bendungan Rukoh, Keureuto, Jlantah, Sidan, dan Meninting yang dibangun selama 2015 hingga 2025. Kelima bendungan tersebut diresmikan Presiden Prabowo di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 10 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Menurutnya, bendungan menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

"Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara dengan nilai sekitar Rp9,79 triliun. Menteri Pertanian melaporkan bahwa dengan teknologi dan benih terbaik, lima bendungan ini akan mampu menghasilkan satu juta ton beras," kata Presiden Prabowo dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu, 11 Juli 2026.

Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan bendungan tidak berhenti setelah pekerjaan konstruksi selesai dilaksanakan. Dody menyebut Kementerian PU terus membangun jaringan irigasi agar manfaat bendungan dirasakan secara maksimal masyarakat.

"Dalam mendukung ketahanan pangan, lima bendungan ini memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 39.540 hektare. Ini ditunjang oleh total jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer," ucapnya.

Saat ini, kata Dody, jaringan irigasi yang telah beroperasi melayani sekitar 15.241 hektare lahan pertanian pada empat bendungan. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan jaringan irigasi tambahan untuk melayani sekitar 24.299 hektare lahan pertanian.

Dody menegaskan Kementerian PU menjaga kesinambungan pembangunan agar bendungan tidak hanya menjadi infrastruktur semata. Menurutnya, bendungan harus berfungsi optimal mendukung swasembada pangan sekaligus menyediakan air bersih bagi masyarakat.

"Pekerjaan bendungan telah selesai dan mulai memberikan manfaat bagi masyarakat, namun tugas Kementerian PU belum berhenti di sini. Kami terus membangun jaringan irigasi agar air benar-benar sampai ke lahan pertanian sesuai arahan Bapak Presiden," ujar Menteri Dody.

Khusus Bendungan Meninting, Dody mengatakan infrastruktur tersebut telah mengurangi konflik perebutan air antarpetani di Lombok Barat. Menurutnya, bendungan berkapasitas sepuluh juta meter kubik itu kini mengairi sekitar 1.600 hektare sawah sepanjang tahun.

"Dulu sebelum ada Bendungan Meninting hanya bisa satu kali tanam. Saat ini sudah bisa menjadi tiga kali musim tanam," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....