Idrus Marham Dorong Sinergi NU dan Pemerintah Demi Kepentingan Rakyat

  • 11 Jul 2026 10:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Politisi Idrus Marham mendorong agar sinergi antara Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah terus diperkuat
  • Muktamar NU mampu melahirkan rekomendasi yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga menjawab berbagai persoalan kebangsaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Politisi Idrus Marham mendorong agar sinergi antara Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah terus diperkuat. Yakni melalui gagasan, konsep, dan program yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Hal itu disampaikan Idrus usai menghadiri Saresehan Nasional bertajuk Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial di Jakarta. Menurutnya, NU memiliki modal besar untuk mendukung pembangunan nasional karena kadernya tersebar di berbagai sektor.

“Kalau kita bicara tentang konsep kepartaian, kader-kader NU ada di semua partai di Indonesia. Karena itu, yang menjadi persoalan ke depan adalah siapa yang menggerakkan potensi besar tersebut. Jawabannya adalah kepengurusan NU,” ujar Idrus dalam keterangannya, Sabtu, 11 Juli 2026.

Ia berharap Muktamar NU ke-35 yang akan digelar pada Agustus 2026 dapat melahirkan kepengurusan yang mampu menjadi inspirator. Kemudian inisiator, motivator, sekaligus eksekutor berbagai program organisasi.

Menurut Idrus, kepemimpinan NU juga harus mampu mengoordinasikan kader di berbagai bidang. Agar nantinya memiliki arah perjuangan yang sama dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Ini juga harus dilakukan koordinasi dengan baik, sehingga kader di mana pun mereka berada, posisinya semakin mantap. Dan memberikan harapan masa depan rakyat yang lebih baik,” kata Penasehat Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) tersebut.

Sementara, Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Effendy Choirie Selain menilai NU juga menghadapi tantangan. Yakni dalam menjaga dan memperkuat pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah berkembangnya berbagai pandangan keagamaan.

Ia menyebut hasil sarasehan yang digelar menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) akan menjadi masukan penting dalam penyusunan materi muktamar. Termasuk rekomendasi organisasi untuk menjawab berbagai tantangan ke depan.

Menurut Effendy, berbagai narasumber dalam sarasehan menyampaikan gagasan yang dinilai relevan bagi kemajuan NU. Mulai dari isu kesejahteraan, pendidikan, hingga perhatian terhadap generasi muda atau Gen Z.

Effendy berharap Muktamar NU mampu melahirkan rekomendasi yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga menjawab berbagai persoalan kebangsaan. Khususnya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....