Bapanas Perkuat Kios Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

  • 11 Jul 2026 09:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bapanas memperkuat pengembangan Kios Pangan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan
  • Kios Pangan memotong rantai distribusi agar masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau
  • Seluruh stok Kios Pangan Cipayung habis terjual saat Gerakan Pangan Murah di Depok
  • Bapanas mencatat terdapat 1.737 Kios Pangan di 34 provinsi hingga akhir 2025
  • Pengembangan Kios Pangan akan terus diperluas melalui kolaborasi berbagai pihak

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengembangan Kios Pangan sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Program tersebut dinilai semakin efektif memperluas akses masyarakat terhadap pangan pokok dengan harga terjangkau.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengatakan Kios Pangan menjadi upaya pemerintah bersama pelaku usaha untuk memotong rantai distribusi. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasar.

"Pemerintah bersama pelaku usaha pangan hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan pangan tersedia dengan harga yang wajar. Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir ataupun panik akibat isu-isu di media sosial terkait kenaikan harga pangan," kata Maino dalam keterangan tertulis, Jumat 10 Juli 2026.

Ia menjelaskan Kios Pangan merupakan salah satu instrumen stabilisasi pasokan dan harga pangan. Kehadirannya diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi sekaligus memperkuat pengendalian inflasi pangan di berbagai daerah.

Bapanas mencatat hingga akhir 2025 terdapat 1.737 Kios Pangan yang tersebar di 34 provinsi. Pada 2026, jumlah tersebut terus diperluas untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.

Salah satu implementasi program tersebut berada di Kelurahan Cipayung, Kota Depok. Kios Pangan di wilayah tersebut menjual berbagai komoditas strategis, mulai dari beras, minyak goreng, gula konsumsi, tepung terigu, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, hingga aneka sayuran dengan harga di bawah harga pasar atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Tingginya minat masyarakat terlihat saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Cilodong pada 8 Juli dan Kecamatan Madang pada 9 Juli 2026. Seluruh stok komoditas yang dibawa Kios Pangan Cipayung habis terjual selama kegiatan berlangsung.

Komoditas yang ludes dibeli masyarakat meliputi minyak goreng, beras, gula konsumsi, tepung terigu, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, hingga sayuran. Total nilai transaksi dalam dua kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp30 juta.

Penjaga Kios Pangan Cipayung, Dian, mengatakan antusiasme masyarakat menunjukkan kebutuhan terhadap pangan murah masih sangat tinggi. Dalam operasional sehari-hari, Kios Pangan yang dikelolanya rata-rata menyalurkan sekitar lima ton komoditas pangan setiap bulan.

"Alhamdulillah, saat GPM di Kecamatan Madang seluruh barang yang kami bawa habis terjual. Masyarakat sangat antusias karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau. Program Kios Pangan juga membuat usaha kami semakin berkembang sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang stabil," ucap Dian.

Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta seluruh pemangku kepentingan terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Menurutnya, kondisi ketersediaan pangan nasional hingga saat ini masih dalam kondisi aman.

"Yang nomor satu adalah stabilisasi pasokan dan harga. Jadi sekarang ini beras kita aman, jagung aman, gula konsumsi aman, bawang aman, telur, daging, ini semua aman. Sekarang tinggal bagaimana menjaga stabilisasi harga," kata Amran.

Bapanas menilai penguatan Kios Pangan menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Ke depan, pengembangan Kios Pangan akan terus diperluas melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN pangan, koperasi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin merata di seluruh Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....