Pengamat Nilai 'Gerakan Pangan Murah' Perlu Dibarengi Penguatan Produksi

  • 28 Jul 2026 13:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengamat Ekonomi, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan I Gusti Wayan Murjana Yasa menilai Gerakan Pangan Murah merupakan solusi jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat
  • Murjana menekankan pemerintah perlu memperkuat produksi, distribusi, UMKM, koperasi, serta meningkatkan pendapatan masyarakat sebagai solusi jangka panjang
  • Ia juga mendorong penguatan kerja sama antardaerah dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan agar pasokan kebutuhan pokok tetap lancar dan daya beli masyarakat terjaga

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat Ekonomi, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan I Gusti Wayan Murjana Yasa menilai 'Gerakan Pangan Murah' adalah solusi jangka pendek untuk menjaga daya beli. Menurutnya, pemerintah tetap perlu memperkuat sektor produksi, distribusi, dan peningkatan pendapatan masyarakat sebagai langkah jangka panjang.

“Tetapi yang paling penting sebenarnya adalah dari sisi lini produksi, kita lebih siap melakukan pemetaan kebutuhan kita berapa. Efektivitas di sisi distribusi dan juga di bagian kanan masyarakat, daya belinya mesti naik, pendapatannya mesti naik,” katanya kepada RRI PRO3 di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Murjana, yang juga menjabat Ketua ‘Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI)’ Provinsi Bali, mengatakan daya beli masyarakat masih mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir. Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan besar karena kelas menengah berperan penting dalam mendorong Indonesia menjadi negara maju.

Ia menjelaskan kenaikan harga kebutuhan pokok di Bali umumnya terjadi menjelang hari raya keagamaan dan dipengaruhi sejumlah faktor. Selain itu, harga cabai bergantung pada kondisi cuaca, sementara harga bawang merah sempat mengalami kenaikan sebelum kembali normal.

Murjana menilai pemerintah perlu memperkuat sisi produksi agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Menurutnya, penguatan UMKM, koperasi, dan sektor produksi menjadi langkah penting menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok.

Ia juga menekankan distribusi antardaerah harus diperkuat karena sejumlah komoditas di Bali masih bergantung pasokan dari wilayah lain. Menurutnya, kerja sama antardaerah perlu dijaga agar distribusi berjalan lancar hingga barang diterima masyarakat.

“Kerjasama antarwilayah, dan kemudian kita mengajak mitra-mitra kerja kita untuk bersama-sama menanggulangi. Bagaimana agar daya beli masyarakat yang terkan tidak terus-menerus seperti itu,” ucap Murjana.

Murjana berharap pemerintah memperkuat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Ia menegaskan ketersediaan produk, distribusi yang baik, dan peningkatan pendapatan harus berjalan seiring menjaga daya beli masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....