Bapanas Pastikan Cadangan Pangan Siap Hadapi Kemarau

  • 10 Jul 2026 12:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memastikan cadangan pangan siap menghadapi musim kemarau dan El Nino
  • Bapanas menyebut stok beras pemerintah mencapai 5,2 juta ton
  • Penguatan ketahanan pangan dilakukan pada beras hingga komoditas strategis lainnya
  • Pemerintah menyiapkan jagung, minyak goreng, gula, telur, dan daging ayam
  • Produksi serta distribusi pangan diperkuat untuk menjaga stabilitas pasokan nasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk menghadapi musim kemarau dan fenomena El Nino. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kesiapan cadangan pangan tidak hanya berfokus pada beras.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi sejak dini. Hal itu dilakukan berdasarkan pengalaman menghadapi fenomena El Nino pada tahun sebelumnya.

"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita tahun 2023, alhamdulillah kita lolos," kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.

Menurutnya, kondisi pangan nasional saat ini masih dalam kondisi aman. Salah satu indikatornya adalah tercapainya swasembada sejumlah komoditas pangan strategis.

Amran menjelaskan, beras menjadi perhatian utama karena merupakan konsumsi terbesar masyarakat Indonesia. Namun, penguatan ketahanan pangan juga dilakukan terhadap komoditas lain.

"Kenapa beras? Karena lebih dari 50 persen itu persentase beras kalau setiap kita makan. Tambah telur juga sudah swasembada. Tambah daging ayam sudah swasembada," ucapnya.

Ia menyebut sejumlah komoditas lain seperti jagung pakan, bawang merah, dan cabai juga dalam kondisi mencukupi. Bahkan, menurutnya Indonesia menjadi salah satu pemasok minyak goreng dunia.

"Presiden kita hebat. Capaian hari ini, pangan kita aman," ucapnya.

Berdasarkan data Bapanas, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton per 8 Juli 2026. Sementara Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tingkat provinsi mencapai 7,34 ribu ton dan tingkat kabupaten/kota 13,15 ribu ton.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi dampak El Nino. Penguatan stok dan distribusi pangan terus dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan.

"Kita harus tetap waspada menghadapi El Nino dengan cadangan pangan yang kokoh, produksi yang terus meningkat, distribusi yang semakin kuat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kita," kata Sarwo.

Ia menjelaskan, selain beras pemerintah juga memiliki cadangan komoditas pangan strategis lainnya. Stok jagung pakan pemerintah tercatat mencapai 188 ribu ton per 8 Juli 2026.

Jagung tersebut disalurkan kepada peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program itu bertujuan menjaga keterjangkauan harga pakan bagi peternak.

Selain itu, stok CPP minyak goreng mencapai 1,1 ribu kiloliter yang dikelola Perum Bulog dan ID Food. Cadangan gula konsumsi tercatat sekitar 2,79 ribu ton, sementara daging ayam tersedia 38 ton.

Untuk komoditas mudah rusak seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, Bapanas memastikan pasokan ditopang produksi dalam negeri. Berdasarkan proyeksi neraca pangan, sejumlah komoditas tersebut masih mengalami surplus produksi dibanding kebutuhan konsumsi.

Produksi cabai besar tahun ini diperkirakan mencapai 1,51 juta ton dengan kebutuhan 929,27 ribu ton. Sedangkan cabai rawit diproyeksikan mencapai 1,5 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 913,61 ribu ton.

Produksi bawang merah diperkirakan mencapai 1,32 juta ton dengan kebutuhan 1,25 juta ton. Sementara produksi telur ayam ras mencapai 6,98 juta ton dan daging ayam ras 4,89 juta ton.

Pemerintah optimistis penguatan cadangan, produksi, dan distribusi pangan dapat menjaga stabilitas pasokan. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama menghadapi dinamika iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....