KKI Bali Dorong 'Gerakan Pangan Murah' Menjangkau Masyarakat Rentan Lebih Merata
- 28 Jul 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KKI Provinsi Bali mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah lebih merata dan menyasar masyarakat rentan, terutama kelompok berpendapatan rendah
- Murjana menilai efektivitas program ditentukan oleh waktu, lokasi yang mudah dijangkau, serta penyebaran informasi melalui komunitas seperti banjar
- Gerakan Pangan Murah dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat dalam jangka pendek, namun peningkatan pendapatan dan lapangan kerja tetap menjadi solusi jangka panjang
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Provinsi Bali I Gusti Wayan Murjana Yasa mendorong ‘Gerakan Pangan Murah’ menjangkau masyarakat rentan. Menurutnya, pelaksanaan program tersebut harus mendekati kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan kebutuhan pokok.
Ia mengatakan, pemerintah daerah di hampir seluruh wilayah menyambut baik pelaksanaan 'Gerakan Pangan Murah' menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia. Harapannya, pelaksanaan program semakin merata serta mampu menjangkau kelompok masyarakat berpendapatan yang sedang tertekan.
| Baca juga: Bapanas Genjot SPHP dan Gerakan Pangan Murah |
“Hampir seluruh pemerintah daerah menyambut baik berkaitan dengan 'Gerakan Pangan Murah' ini, harapan kita sih, sebarannya makin merata. Makin mendekati kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan, kelompok kelas menengah bawah, kelas menengah yang pendapatannya saat ini tertekan,” ucap Ketua KKI Provinsi Bali sekaligus Pengamat Ekonomi Kependudukan dan Ketenagakerjaan I Gusti Wayan Murjana Yasa kepada RRI PRO3 di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Murjana menjelaskan, efektivitas 'Gerakan Pangan Murah' sangat ditentukan oleh pemilihan waktu dan lokasi pelaksanaan yang mudah dijangkau masyarakat. Menurutnya, kegiatan sebaiknya digelar pada jam tertentu dan berada dekat masyarakat rentan agar manfaatnya semakin optimal.
Ia menilai, informasi pelaksanaan 'Gerakan Pangan Murah' juga harus tersampaikan dengan baik kepada masyarakat melalui fasilitas publik yang tersedia. Di Bali, menurutnya, komunitas ‘banjar’ dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran informasi sekaligus lokasi penyelenggaraan kegiatan.
“Kita memiliki komunitas banjar yang sangat bagus. Nah itu bisa dipakai untuk tempat dan informasinya bisa disampaikan lewat banjar itu,” katanya.
Murjana juga menekankan penggunaan kupon harus benar-benar tepat sasaran melalui pendataan pemerintah di tingkat desa maupun lingkungan. Ia mengatakan kepala desa, lurah, hingga kepala lingkungan mengetahui masyarakat yang paling membutuhkan bantuan tersebut.
Menurutnya, 'Gerakan Pangan Murah' merupakan langkah positif untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan daya beli dalam jangka pendek. Namun, ia mengingatkan peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan produksi tetap menjadi solusi jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....