Presiden Prabowo Tegaskan Keberhasilan B50 Hasil Kerja Tiga Pemerintahan

  • 10 Jul 2026 06:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menegaskan kesuksesan B50 adalah hasil kerja panjang tiga pemerintahan yang dimulai sejak 2008 di masa SBY.
  • Program biodiesel akan diterapkan mandatory pada 2026, menjadikan Indonesia negara pertama di dunia yang menerapkan B50.
  • Presiden menggarisbawahi pentingnya kesinambungan kebijakan nasional antar pemerintahan untuk mencapai kemajuan strategis dan kemandirian energi.

RRI.CO.ID, Karawang - Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberhasilan implementasi biodiesel B50 merupakan hasil kerja panjang yang melibatkan tiga pemerintahan. Presiden menilai pencapaian tersebut menjadi bukti pentingnya kesinambungan kebijakan nasional dalam mewujudkan kemandirian energi.

Presiden mengatakan program biodiesel tidak lahir dalam waktu singkat. Kebijakan tersebut telah dirintis sejak 2008 dan terus dikembangkan hingga akhirnya mencapai tahap penerapan mandatory B50 pada 2026.

"Ini juga prestasi pemerintah-pemerintah sebelum saya, karena ini kita canangkan sudah dari 2008. Bayangkan dari 2008," kata Presiden saat meresmikan B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.

Presiden menjelaskan program biodiesel mulai dirintis pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Program tersebut kemudian dilanjutkan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga mencapai berbagai tahapan peningkatan campuran biodiesel.

Menurut Presiden, pemerintah saat ini hanya meneruskan dan menyempurnakan upaya yang telah dirintis para pendahulu. Sehingga keberhasilan B50 merupakan hasil kerja bersama yang harus dihargai.

"Itu pemerintahan SBY, dilanjutkan sama pemerintahan Jokowi, di ujungnya saya teruskan. Ibarat ini adalah estafet," ujar Presiden.

Presiden menilai keberhasilan pembangunan nasional tidak dapat dicapai tanpa kesinambungan kebijakan antarpemerintahan. Kepala Negara mengingatkan agar masyarakat tidak mudah meremehkan atau mengabaikan kontribusi pemimpin terdahulu.

Presiden mengajak seluruh pihak untuk lebih menghargai proses panjang yang telah dilalui bangsa dalam mencapai berbagai kemajuan strategis. Salah satunya melalui program biodiesel yang kini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan B50.

"Jangan caci maki, jangan menghina orang. Kita harus meneruskan apa yang sudah dirintis pendahulu-pendahulu kita," kata Presiden.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....