Presiden Prabowo Serukan Optimisme dan Kebanggaan terhadap Prestasi Bangsa

  • 10 Jul 2026 07:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto mengajak bangsa Indonesia untuk lebih menghargai prestasi dan keberhasilan yang telah dicapai, karena masih ada kecenderungan meremehkan pencapaian sendiri dan sesama anak bangsa.
  • Presiden menggunakan metafora 'bangsa kepiting' untuk menggambarkan perilaku saling menjatuhkan, di mana ketika satu pihak maju, pihak lain malah menariknya kembali sehingga tidak dapat berkembang.
  • Indonesia membutuhkan persatuan dan kepercayaan diri untuk memanfaatkan berbagai peluang dan menghadapi persaingan global yang semakin ketat di era modern.

RRI.CO.ID, Karawang - Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih menghargai prestasi yang berhasil dicapai Indonesia. Presiden menilai salah satu kelemahan bangsa adalah kurang menghargai keberhasilan sendiri dan bahkan kerap meremehkan pencapaian sesama anak bangsa.

Presiden mengatakan Indonesia telah menunjukkan kemampuan memanfaatkan sumber daya alamnya sendiri untuk kepentingan rakyat. Karena itu, masyarakat diminta tidak lagi memandang rendah kemampuan bangsa sendiri.

"Marilah kita mawas diri, marilah kita koreksi diri. Ada salah satu kekurangan dari pimpinan-pimpinan bangsa Indonesia, kadang-kadang kita kurang menghargai prestasi kita sendiri," kata Presiden saat meresmikan peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.

Presiden menilai sikap tersebut tidak hanya terjadi terhadap pencapaian bangsa, tetapi juga terhadap keberhasilan orang lain. Bahkan, menurut Presiden, masih ada kecenderungan untuk menjatuhkan sesama ketika berhasil mencapai sesuatu.

"Ada keanehan pada prestasi bangsa kita, justru sering kita senang melihat rekan sendiri susah. Dikatakan bahwa kita termasuk bangsa kepiting," ujar Presiden.

Kepala Negara menjelaskan istilah bangsa kepiting menggambarkan perilaku yang saling menjatuhkan. Ketika satu pihak berusaha maju, pihak lain justru menariknya kembali sehingga tidak dapat berkembang.

"Kepiting kalau rekannya sudah naik ke atas, kepiting yang di bawah nurunin dia lagi. Ada kepiting lain mau naik ke atas, kepiting lain nurunin dia lagi," kata Presiden.

"Itu namanya senang melihat rekan susah, susah melihat rekan senang," ucap Presiden melanjutkan. Karena itu, Presiden menilai sikap tersebut harus diubah karena dunia saat ini dipenuhi persaingan yang semakin ketat.

Indonesia, kata Presiden, justru membutuhkan persatuan dan kepercayaan diri agar mampu memanfaatkan berbagai peluang yang dimiliki. "Kalau ada kemauan, kita bisa, Indonesia bisa, dan Indonesia akan," kata Presiden.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....