Konflik AS-Iran Dinilai Berdampak pada Ekonomi dan Investasi

  • 09 Jul 2026 17:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Konflik Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global, terutama pada sektor energi dan investasi.
  • Eskalasi konflik dan aksi balasan antarnegara akan memperbesar dampak terhadap perekonomian dunia.
  • Dampak paling nyata bagi Indonesia diperkirakan terjadi pada sektor ekonomi dan arus investasi masuk.

RRI.CO.ID, Jakarta – Konflik Amerika Serikat dan Iran dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global. Sektor energi dan investasi menjadi bidang yang paling rentan terdampak.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga diperkirakan memengaruhi berbagai negara. Indonesia dinilai perlu mengantisipasi dampak ekonomi yang mungkin muncul.

Direktur Eksekutif The Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib mengatakan konflik akan memengaruhi pasokan energi dunia. Mekanisme pasar berpotensi mendorong kenaikan harga minyak.

"Tetapi kalau mereka diserang, tentu saja mereka akan melakukan balasan menyerang. Kepada ekonomi dunia pasti akan sangat-sangat berdampak terutama dari sisi energi, pasokan energi,” kata Ridlwan dalam perbincangan bersama PRO3 RRI, Kamis, 9 Juli 2026.

Ia menilai China justru memperoleh keuntungan dari dinamika geopolitik tersebut. Negara itu berpeluang memperluas jalur perdagangan dan kerja sama kawasan.

"Kalau negara besar misalnya seperti Tiongkok itu, justru malah diuntungkan dalam situasi ini. Mereka bisa membangun poros baru perdagangan,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia juga menghadapi potensi dampak terhadap investasi dan stabilitas ekonomi nasional. Ketegangan berkepanjangan dapat menghambat hubungan dengan negara-negara Teluk.

"Dari sisi geopolitik mungkin akan terdampak kalau ketegangan tidak selesai-selesai, maka hubungan kita dengan negara teluk bisa tertunda. Bagi Indonesia dampak realnya, yang paling jelas itu pada ekonomi dan investasi yang masuk ke Indonesia,” ungkapnya.

Ia mendorong pemerintah tetap mengedepankan diplomasi dan menjaga hubungan dengan seluruh pihak. Sikap tersebut dinilai penting untuk mempertahankan posisi Indonesia di tengah konflik. (Sarah Maulida Ali)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....