AS Dikabarkan Setuju Buka Pemblokiran Aset Milik Iran di Luar Negeri
- 11 Apr 2026 21:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Amerika Serikat (AS) dikabarkan setuju membuka pemblokiran aset milik pemerintah Iran di Qatar dan bank-bank asing lainnya
- Pembukaan atas pemblokiran aset Iran ini menjadi salah satu prasyarat yang diajukan Iran sebelum melanjutkan perundingan dengan AS.
- Media resmi Iran Press TV mengutip media AS Reuters mengenai kabar tersebut dari sumber yang tidak disebutnya namanya. Namun koresponden untuk Islamic Republic of Iran Brodcasting (IRIB) menyatakan, sejumlah pejabat AS membenarkan kabar itu
RRI.CO.ID, Jakarta – Amerika Serikat (AS) dikabarkan setuju membuka pemblokiran aset milik pemerintah Iran di Qatar dan bank-bank asing lainnya. Pembukaan atas pemblokiran aset Iran ini menjadi salah satu prasyarat yang diajukan Iran sebelum melanjutkan perundingan dengan AS.
Media resmi Iran Press TV mengutip media AS Reuters mengenai kabar tersebut dari sumber yang tidak disebutnya namanya. Namun koresponden untuk Islamic Republic of Iran Brodcasting (IRIB) menyatakan, sejumlah pejabat AS membenarkan kabar tersebut.
“Media-media yang dekat dengan delegasi AS juga sedang mengkonfirmasi kabar tersebut,” kata koresponden IRIB dikutip dari Press TV, Sabtu, 11 April 2026. Sejauh ini, memang belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS bahwa mereka setuju membuka pemblokiran aset milik pemerintah Iran.
Saat ini delegasi Iran dan AS sudah berada di Pakistan untuk melakukan perundingan, setelah kesepakatan gencatan senjata. Meski gencatan senjata terancam gagal, karena serangan Israel ke Lebanon dianggap sebagai pelanggaran kesepakatan.
Dalam kesepakatan gencatan senjata, Iran menyampaikan sejumlah persyaratan jika AS mau berunding dengan Iran. Di antaranya, AS harus menghentikan agresi di semua front termasuk di Lebanon, Iran tetap memegang kendali atas Selat Hormuz.
Selain itu, Iran tetap dibolehkan melakukan pengayaan uranium, AS harus memberikan kompensasi dan ganti rugi atas serangan AS ke Iran. AS juga harus menarik militernya dari kawasan, dan membuka pemblokiran atas aset-aset milik Iran di luar negeri.
Mata dunia kini tertuju ke Pakistan, menunggu hasil perundingan antara AS-Iran. Di sisi lain, ada kekhawatiran AS memanfaatkan masa perundingan untuk menyusun kekuatan baru untuk menyerang Iran.
Dunia tentu masih ingat, AS melakukan serangan ke Iran saat AS dan Iran masih dalam proses perundingan. Serangan AS yang terjadi sejak 28 Februari 2028 diarahkan ke warga sipil, sekolah, rumah sakit, pabrik obat, dan fasilitas publik lainnya di Iran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....