Keuskupan Agung Jakarta Telusuri Kondisi Pastur yang Terdampak Gempa Venezuela
- 08 Jul 2026 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Keuskupan Agung Jakarta belum menerima laporan mengenai imam Katolik yang terdampak gempa bumi di Venezuela.
- Gereja mengajak umat mendoakan seluruh korban sebagai bentuk solidaritas tanpa membedakan agama maupun latar belakang.
- Kementerian Luar Negeri memastikan seluruh WNI dan staf KBRI Caracas dalam kondisi aman pascagempa Venezuela.
RRI.CO.ID, Jakarta - Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) belum memperoleh informasi mengenai imam Katolik yang terdampak gempa bumi di Venezuela. Namun, Gereja memastikan doa dan kepedulian diberikan kepada seluruh korban tanpa membedakan latar belakang.
Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta, Romo Adi Prasojo Pr, mengatakan mayoritas penduduk Venezuela diketahui memeluk agama Katolik. Sehingga duka atas bencana tersebut turut dirasakan umat Katolik di berbagai negara, termasuk Indonesia.
"Kami belum memperoleh data mengenai imam Gereja Katolik yang terdampak bencana gempa di Venezuela hingga saat ini. Namun, kami mengetahui sebagian besar masyarakat Venezuela menganut agama Katolik dan turut merasakan kehilangan," ujarnya kepada wartawan saat konferensi pers Misa Arwah Korban Gempa Bumi Venezuela, Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pihak Kedutaan Besar Venezuela menyampaikan harapan agar para korban memperoleh kedamaian dan kehidupan abadi melalui doa bersama. Menurutnya, misa arwah menjadi bentuk solidaritas Gereja terhadap seluruh korban yang terdampak bencana tersebut.
Ia menegaskan perhatian Gereja tidak hanya ditujukan kepada umat Katolik yang menjadi korban bencana. Kepedulian tersebut juga diberikan kepada seluruh masyarakat tanpa memandang agama, suku, maupun latar belakang kebangsaan.
Semangat kemanusiaan, menurutnya, harus terus dijaga sebagai bentuk persaudaraan yang melampaui batas wilayah dan perbedaan keyakinan. Karena itu, Gereja mengajak seluruh umat ikut mendoakan para korban serta keluarga yang sedang berduka.
"Siapa pun yang menjadi korban bencana adalah sesama kita dan patut memperoleh perhatian serta dukungan bersama. Baik imam, tokoh agama lain, umat beriman, maupun masyarakat umum memiliki martabat kemanusiaan yang sama," katanya.
KAJ mengajak masyarakat mempersiapkan diri mengikuti misa arwah bagi korban gempa di Venezuela dengan penuh kekhusyukan. Doa bersama diharapkan menghadirkan penghiburan bagi keluarga korban serta memperkuat semangat solidaritas kemanusiaan antarbangsa.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa di Venezuela. Diketahui, gempa besar bermagnitudo (M) 7,1 di Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026.
"KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela. Yakni sebanyak tiga orang, ada dalam kondisi aman, selamat, dan sehat," kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah.
Ia memastikan seluruh staf di KBRI Caracas juga selamat dan dalam keadaan aman. "Gedung kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta juga tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti," kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....