Gereja Katedral Jakarta Gelar Misa Arwah untuk Korban Gempa Venezuela
- 08 Jul 2026 18:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gereja Katedral Jakarta menggelar misa arwah bagi korban gempa Venezuela sebagai bentuk solidaritas dan doa bagi para korban.
- Keuskupan Agung Jakarta menegaskan kepedulian kemanusiaan tidak mengenal batas negara serta mengajak umat mendoakan para korban.
- Pemerintah Venezuela melaporkan puluhan ribu keluarga telah menerima bantuan, sementara ribuan korban berhasil dievakuasi pascagempa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gereja Katedral Jakarta menggelar misa arwah untuk para korban gempa bumi di Venezuela, Amerika Selatan. Bencana tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 3.000 hingga 4.000 orang sehingga memicu keprihatinan masyarakat dunia.
Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta, Romo Adi Prasojo Pr, mengatakan misa tersebut menjadi wujud solidaritas Gereja terhadap korban bencana. Menurutnya, kegiatan itu sekaligus memperlihatkan kepedulian umat Katolik kepada masyarakat yang sedang mengalami penderitaan.
"Inisiatif misa peringatan berasal dari Dubes Venezuela, Enrique Antonio Acuña Mendoza melalui perwakilan Takhta Suci Vatikan kepada KAJ. Kami bersama Kardinal Ignatius Suharyo menyambut baik permintaan tersebut sebagai bentuk persaudaraan kemanusiaan," ujarnya kepada wartawan saat konferensi pers Misa Arwah Korban Gempa Bumi Venezuela, Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menyampaikan bahwa bentuk kepedulian tidak mengenal batas negara maupun perbedaan latar belakang. "Sebagai orang beriman, kami mengantar doa bagi saudara-saudari yang menderita dan telah meninggal dunia akibat bencana," katanya.
Ia mengatakan bahwa doa bersama dipersembahkan bagi seluruh korban bencana di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurutnya, semangat kemanusiaan harus terus diwujudkan melalui perhatian, doa, serta dukungan kepada para penyintas.

Sejumlah umat Katolik saat menghadiri misa arwah untuk para korban gempa bumi di Venezuela, Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juli 2026. (Foto: RRI/Annisa Ramadhannia)
Ia berharap doa bersama dapat menghadirkan penghiburan bagi keluarga korban yang sedang berduka. Solidaritas tersebut juga diharapkan memperkuat rasa persaudaraan antarbangsa ketika menghadapi berbagai bencana di dunia.
"Misa arwah akan dipimpin Pelaksana Dubes Takhta Suci Vatikan untuk Indonesia, Monsinyur Michael Andrew Pawlowicz. Ada juga para imam Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo serta Pastor Kepala Paroki Katedral," ujarnya.
Keuskupan Agung Jakarta mengajak seluruh umat mendoakan para korban serta keluarga yang terdampak bencana gempa di Venezuela. Gereja berharap nilai persaudaraan dan kepedulian terus tumbuh sebagai kekuatan menghadapi berbagai musibah kemanusiaan di seluruh dunia.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez menyampaikan bahwa pemerintah terus mengintensifkan penanganan darurat bagi para korban gempa. Sebanyak 86.794 keluarga telah menerima bantuan kemanusiaan sejak bencana terjadi.
"Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 6.462 orang dari lokasi terdampak. Sedikitnya 856 bangunan mengalami kerusakan, sedangkan 190 bangunan lainnya runtuh akibat guncangan gempa," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....