Bawa Pesan Toleransi, Jakarta Jadi Tuan Rumah Pertemuan Uskup Se-Asia

  • 08 Jul 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pertemuan gereja tingkat Asia digelar pada 20 hingga 26 Juli 2026
  • Pemerintah menilai kegiatan ini menjadi momentum menunjukkan toleransi Indonesia
  • Delegasi internasional akan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta
  • Kegiatan melibatkan koordinasi lintas sektor untuk mendukung pelayanan delegasi
  • Indonesia menjadi tuan rumah Federation of Asian Pastors Conference di Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan gereja tingkat Asia atau Federation of Asian Pastors Conference (FAPC) di Jakarta. Kegiatan internasional tersebut akan berlangsung pada 20 hingga 26 Juli 2026.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi momentum menunjukkan wajah toleransi Indonesia kepada dunia. Menurutnya, keberagaman masyarakat Indonesia dapat menjadi contoh dalam menjaga harmoni sosial.

"Penyelenggaraan ini adalah kesempatan emas menunjukkan kepada delegasi internasional bagaimana Indonesia mengelola kerukunan umat beragama," kata Nasaruddin dalam rapat koordinasi lintas sektor di Jakarta, Rabu 8 Juli 2026.

Pertemuan tersebut akan dihadiri delegasi dari berbagai negara Asia. Selain mengikuti rangkaian konferensi, peserta juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

Kunjungan tersebut menjadi simbol hubungan antarumat beragama di Indonesia. Kedua rumah ibadah tersebut juga terhubung melalui Terowongan Silaturahmi sebagai simbol persaudaraan dan toleransi.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, Suparman mengatakan pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan internasional tersebut. Hal ini untuk memastikan seluruh delegasi mendapatkan pelayanan terbaik selama berada di Indonesia.

"Pemerintah melakukan dukungan sepenuhnya untuk acara ini agar tamu-tamu kita merasa nyaman dan aman," kata Suparman.

Menurutnya, persiapan telah dilakukan melalui koordinasi bersama berbagai pihak. Sejumlah unsur dilibatkan mulai dari Imigrasi, Kementerian Luar Negeri, Sekretariat Negara, pemerintah daerah, hingga lembaga terkait lainnya.

Suparman mengatakan, pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Menteri Agama, dan Gubernur DKI Jakarta. Sejumlah tokoh lintas agama juga akan diundang dalam agenda pembukaan.

"Pada saat pembukaan juga akan diundang tokoh-tokoh agama seperti Islam, Hindu, Buddha, dan Protestan. Ini menunjukkan Indonesia, khususnya Jakarta, sangat toleran terhadap kegiatan keagamaan," ucapnya.

Ia menilai kepercayaan menjadi tuan rumah pertemuan gereja tingkat Asia harus dijaga dengan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. Terlebih kegiatan tersebut membawa nama Indonesia di mata dunia.

"Saya berharap ini dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya, karena nama negara menjadi taruhannya," ucapnya.

Selain memperkuat diplomasi toleransi, kegiatan ini juga diharapkan berdampak terhadap promosi pariwisata nasional. Pertemuan tersebut menjadi ruang mempererat kerja sama negara-negara Asia dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....