Metro dan Bantul Optimalkan Pekarangan Jaga Ketahanan Pangan Warga
- 08 Jul 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah daerah mendorong pemanfaatan pekarangan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menghadapi dampak El Niño.
- Pendampingan masyarakat terus dilakukan guna mendukung produksi pangan rumah tangga yang berkelanjutan.
- Program pertanian keluarga dikembangkan guna meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah daerah mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Program tersebut juga menjadi upaya menghadapi dampak El Niño terhadap sektor pertanian.
Kota Metro Lampung dan Kabupaten Bantul mengembangkan program sesuai kebutuhan wilayah masing-masing. Pemanfaatan lahan rumah dinilai membantu menjaga ketersediaan pangan keluarga.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Metro, Lampung, Pipi Puspita Sari mengatakan masyarakat terus didorong menanam pangan. Program Gerakan Tanam Pangan Keluarga (Gertapaga) telah berjalan sejak 2022.
"Di kami ada kegiatan namanya Gertapaga atau Gerakan Tanam Pangan Keluarga sejak tahun 2022 sampai dengan sekarang. Tujuannya mengaktifkan masyarakat bersama-sama untuk menyediakan pangan di rumah tangganya, dalam rangka mengwujudkan Metro Kota Mandiri Pangan," kata Pipi dalam perbincangan Bersama PRO3 RRI, Rabu, 8 Juli 2026.
Pemerintah Kota Metro juga membagikan bibit cabai kepada masyarakat secara berkala. Program tersebut mendukung pengendalian inflasi sekaligus meningkatkan kemandirian pangan keluarga.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo mengembangkan pekarangan Kelompok Wanita Tani (KWT). Hasil panen dimanfaatkan memenuhi kebutuhan rumah tangga.
"Kita juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan. Adanya pemanfaatan lahan perkarangan yang optimal, bukan menambah pendapatan tapi mengurangi pengeluaran petani,” kata Joko.
Ia menambahkan pemerintah rutin menggelar Pasar Tani untuk membantu pemasaran hasil kelompok tani. Langkah tersebut sekaligus memperkuat perputaran produk pertanian lokal.
"Kami dinas setiap minggu 2 kali, yaitu hari Selasa dan Rabu, mengadakan Pasar Tani. Menjual produk KWT yang dibawa oleh Asosiasi Pasar Tani, menjual produk yang ada di lapangan, sayuran maupun olahan” ungkapnya.
Program pekarangan dan pasar tani diharapkan memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. Pemerintah daerah juga terus mendampingi masyarakat mengembangkan produksi pangan rumah tangga. (Sarah Maulida Ali)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....