Metro dan Bantul Perkuat Strategi Pertanian Hadapi Ancaman El Niño

  • 08 Jul 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah daerah memperkuat jaringan irigasi, penyediaan sarana produksi, dan pendampingan penyuluh pertanian.
  • Kolaborasi pemerintah dan petani diharapkan menjaga produktivitas serta ketahanan pangan selama musim kemarau.
  • Pemerintah daerah memperkuat strategi menghadapi ancaman El Niño untuk menjaga produksi pertanian.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah daerah memperkuat strategi menjaga produksi pertanian menghadapi ancaman El Niño di berbagai wilayah. Langkah antisipasi dilakukan melalui irigasi, pendampingan petani, dan penyesuaian pola tanam.

Kota Metro Lampung dan Kabupaten Bantul menyiapkan langkah sesuai kondisi wilayah masing-masing. Upaya tersebut dilakukan menjaga produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Metro, Lampung, Pipi Puspita Sari mengatakan produksi pertanian mulai terdampak serangan hama. Kondisi tersebut muncul menjelang peningkatan dampak El Niño.

"Pada saat ini, kita memang menghadapi ancaman El Niño, sifatnya moderat dan secara produksi sudah ada sebagian panen. Cuman memang ada kendala ketika menjelang El Niño ini adalah serangan hama tikus,” kata Pipi dalam perbincangan bersama PRO3 RRI, Rabu, 8 Juli 2026.

Ia menjelaskan pemerintah mengarahkan petani menggunakan varietas padi tahan kekeringan. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko penurunan hasil panen.

"Kalau komoditas yang berdampak besar itu jelas komoditas yang paling banyak, yaitu padi, kalau di kota Metro Lampung. Kami antisipasi dengan mengajarkan petani menanam varietas yang tahan kekeringan seperti Impari 38, Impari 39, Impari 28,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo memastikan kondisi pertanian tetap terkendali. Dukungan sumber air menjadi modal menghadapi musim kering.

"Bantul punya enam sungai yang tidak pernah kering, dari 17 kecamatan yang ada itu yang daerah perbukitan hanya kecamatan Delingo atau Kapanewon Delingo. Dan di Delingo sendiri banyak iripom maupun iripim, sehingga walaupun ancaman El Nino, Insyaallah Bantul masih aman,” kata Joko.

Pemerintah daerah juga memperkuat jaringan irigasi dan penyediaan sarana produksi pertanian. Pendampingan penyuluh terus dilakukan agar petani mampu beradaptasi menghadapi perubahan cuaca.

Kedua daerah berharap strategi tersebut menjaga produktivitas pangan sepanjang musim kemarau. Kolaborasi pemerintah dan petani dinilai menjadi kunci menghadapi ancaman El Niño. (Sarah Maulida Ali)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....