Menbud: Jumlah Kunjungan ke Museum dan Cagar Budaya Naik 400 Persen
- 08 Jul 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kunjungan museum dan cagar budaya meningkat hingga 400 persen dalam setahun terakhir setelah program revitalisasi dan inovasi layanan pemerintah.
- Kementerian Kebudayaan meluncurkan program Museum Passport yang memungkinkan pengunjung mengumpulkan cap dari berbagai museum dengan mendapat kemudahan selama berkunjung.
- Program Museum Passport mendapat respons luar biasa dari generasi muda, dengan 5.000 eksemplar habis dalam beberapa hari dan pemerintah mencetak ulang 8.000 eksemplar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, minat masyarakat mengunjungi museum dan cagar budaya meningkat dalam setahun terakhir. Bahkan, jumlah kunjungan tercatat naik hingga 400 persen setelah berbagai program revitalisasi dan inovasi layanan dijalankan pemerintah.
Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya ketertarikan masyarakat terhadap museum sebagai ruang edukasi dan kebudayaan. "Peningkatan ke cagar budaya dan museum paling tidak setahun terakhir ini naik sampai 400 persen," kata Fadli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Salah satu contoh peningkatan kunjungan terjadi di Museum Pusaka Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Setelah direvitalisasi dan menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif, museum tersebut berhasil menarik ribuan pengunjung.
Fadli mengatakan, pemerintah terus melakukan pembenahan museum di berbagai daerah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Museum diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga menjadi pusat kebudayaan, pendidikan, dan penggerak ekonomi kreatif.
Sejumlah negara, lanjut Fadli, telah berhasil mengembangkan museum menjadi destinasi wisata budaya. Ini berdampak pada peningkatan pendapatan tambahan melalui berbagai layanan pendukung.
"Jadi museum bukan hanya tempat menyimpan benda-benda bersejarah. Tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pusat kebudayaan, dan memiliki dampak ekonomi," ujarnya.
Untuk meningkatkan minat masyarakat, Kementerian Kebudayaan meluncurkan program Museum Passport. Program tersebut memungkinkan pengunjung mengumpulkan cap dari berbagai museum di Indonesia sekaligus memperoleh sejumlah kemudahan selama berkunjung.
Program tersebut mendapat respons positif, terutama dari kalangan generasi muda. Ribuan Museum Passport yang dicetak pemerintah habis dalam waktu singkat karena tingginya minat masyarakat.
"Ternyata Gen Z luar biasa tertarik, baru kita cetak 5.000 eksemplar dalam beberapa hari langsung habis. Sekarang kita cetak lagi 8.000 Museum Passport, permintaannya sangat cepat," kata Fadli.
Fadli berharap program tersebut dapat mendorong semakin banyak masyarakat mengunjungi museum dan cagar budaya di berbagai daerah. Selain meningkatkan literasi sejarah dan budaya, langkah itu diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi kebudayaan.
Fadli mengatakan, manfaat peningkatan ekonomi mulai terlihat meski angka pastinya masih akan dievaluasi hingga akhir tahun. Pemerintah optimistis tren positif tersebut akan terus berlanjut seiring peningkatan kualitas layanan museum di seluruh Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....