Pilah Sampah Jadi Kunci Pengembangan Energi Listrik di Bali

  • 08 Jul 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah dorong gerakan pilah sampah dari sumber untuk pengelolaan berkelanjutan
  • Pemilahan sampah menjadi fondasi pengembangan PSEL di Bali
  • Sampah organik dan anorganik dinilai memiliki manfaat ekonomi jika dikelola tepat
  • Pemerintah memberikan penghargaan kepada desa yang berhasil mengelola sampah berbasis sumber
  • Gerakan Pilah Sampah Se-Bali mendukung program Indonesia ASRI

RRI.CO.ID, Denpasar - Pemerintah mendorong penguatan gerakan pilah sampah dari sumber untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi fondasi pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, keberhasilan teknologi pengolahan sampah membutuhkan perubahan perilaku masyarakat. Salah satunya dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.

"Pilah sampah bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Jika sampah dipilah sejak dari rumah, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau pakan ternak," kata Menko Pangan di Denpasar, Selasa 7 Juli 2026.

Menurutnya, sampah anorganik juga memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat. Sampah tersebut dapat didaur ulang maupun diproses menjadi sumber energi.

"Inilah kunci agar pengelolaan sampah berjalan efektif," ucapnya.

Hal itu disampaikan Menko Pangan saat memimpin Deklarasi Gerakan Pilah Sampah Se-Bali dalam Apel Siaga Pilah Sampah Bali. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar.

Gerakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah dari hulu. Selain itu, program tersebut mendukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI atau Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Menko Pangan menegaskan, pemerintah terus mempercepat penyelesaian persoalan sampah di Bali. Termasuk penanganan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung dan pengembangan fasilitas PSEL.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengolahan sampah harus berjalan bersama dengan partisipasi masyarakat. Tanpa pemilahan sejak awal, proses pengolahan sampah tidak dapat berjalan maksimal.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali yang telah memiliki Peraturan Gubernur terkait pemilahan sampah dari sumber. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan pengawasan dan pendampingan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah turut memberikan penghargaan kepada 10 desa dan desa adat di Bali. Penghargaan diberikan karena berhasil menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Pemerintah berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lain. Budaya pilah sampah dinilai penting untuk memperkuat ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....