Halida Hatta Sebut Kejujuran jadi Fondasi Utama Bangun Koperasi Sehat
- 07 Jul 2026 14:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Halida Nuriah Hatta menegaskan pendidikan moral, kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas menjadi fondasi utama keberhasilan koperasi.
- Menurutnya, koperasi tidak cukup mengandalkan kelembagaan, tetapi harus membangun karakter anggota agar nilai kebersamaan tetap terjaga.
- Dewan Koperasi Indonesia menilai koperasi mencerminkan nilai Pancasila, meski masih menghadapi tantangan seperti individualisme, kontribusi ekonomi yang rendah, dan citra yang belum optimal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Putri Mohammad Hatta, Halida Nuriah Hatta menegaskan pendidikan moral menjadi fondasi utama dalam membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, nilai kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas harus melekat pada setiap individu yang terlibat dalam koperasi.
Ia mengatakan koperasi tidak hanya mengelola kegiatan usaha, tetapi juga mengelola kepercayaan melalui modal dan uang milik bersama. Karena itu, setiap anggota dituntut memiliki karakter yang kuat agar pengelolaan koperasi berjalan dengan penuh tanggung jawab.
"Yang diurus dalam koperasi adalah modal dan uang yang berasal dari kebersamaan para anggotanya. Karena itu, setiap orang harus mendidik dirinya menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan berkarakter," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Senin malam, 7 Juli 2026.
Ia menilai bahwa bahwa sebuah tanggung jawab tersebut bukan hanya kepada diri sendiri, tetapi juga kepada masyarakat dan Tuhan. Nilai itulah yang menjadi landasan utama agar koperasi tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.
Menurutnya, penerapan nilai-nilai tersebut menjadi tantangan di tengah perkembangan koperasi saat ini. Ia menilai banyak koperasi masih menggunakan label semata tanpa menghadirkan semangat yang diwariskan Bung Hatta.
Ia mengatakan koperasi tidak akan berkembang apabila hanya mengandalkan aspek kelembagaan tanpa membangun karakter anggotanya. Semangat kebersamaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan nilai-nilai koperasi.
"Yang paling penting adalah membangun karakter manusia karena koperasi selalu melibatkan hubungan dengan banyak orang. Setiap anggota harus membawa tanggung jawab ketika berinteraksi dalam organisasi maupun kehidupan bermasyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nilai kekeluargaan menjadi pembeda utama koperasi dibandingkan bentuk usaha lainnya. Setiap anggota memiliki kedudukan yang sama serta berkewajiban menjaga kepercayaan demi kepentingan bersama.
Ia berharap pendidikan karakter terus diperkuat dalam pengembangan koperasi di Indonesia. Menurutnya, semangat kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas merupakan warisan pemikiran Bung Hatta yang tetap relevan hingga sekarang.
Ketua Dewan Pengawas Dewan Koperasi Indonesia Said Abdullah menilai bahwa koperasi merupakan perwujudan paling konkret dari maksud perekonomian Pancasila. Berbagai nilai Pancasila tercermin dalam koperasi melalui gotong royong, modal bersama, serta pengelolaan usaha demi kemakmuran seluruh anggota bersama.
Namun, penerapan nilai dan praktik koperasi yang ideal masih menghadapi berbagai tantangan di Indonesia. Seharusnya, tantangan tersebut harus mampu dihadapi setiap insan koperasi demi memperkuat perannya pada masa mendatang.
"Tantangan koperasi saat ini meliputi menguatnya individualisme, kontribusi terhadap perekonomian nasional yang masih kecil. Keterbatasan keragaman usaha, serta citra koperasi yang belum sepenuhnya baik," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....