Wamenkomdigi: 'Compute Cluster' Kunci Daya Saing AI Indonesia

  • 07 Jul 2026 19:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan pembangunan compute cluster nasional menjadi salah satu faktor penting
  • Ini untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam pengembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI)
  • Nezar mengatakan Indonesia perlu melangkah lebih jauh dari sekadar menjadi pengguna teknologi dengan membangun kapasitas komputasi yang kuat

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan pembangunan compute cluster nasional menjadi salah satu faktor penting. Ini untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam pengembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).

Nezar mengatakan Indonesia perlu melangkah lebih jauh dari sekadar menjadi pengguna teknologi dengan membangun kapasitas komputasi yang kuat. Sekaligus memperkuat talenta digital nasional.

"Paling tidak ada dua strategi yang sangat penting. Yang pertama memperkuat posisi kita dalam pengembangan infrastruktur AI. Yang kedua adalah memperkuat posisi kita di compute cluster, termasuk memperkuat talenta digital Indonesia agar mampu bersaing dengan tantangan global," kata Nezar, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurutnya, kebutuhan terhadap compute cluster semakin mendesak karena pengembangan AI modern bergantung pada kapasitas komputasi berskala besar. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan model AI, riset, inovasi, hingga lahirnya berbagai solusi berbasis AI di dalam negeri.

Nezar menegaskan penguatan kapasitas komputasi harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem AI nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi asing. Tetapi juga mampu berperan dalam rantai nilai industri AI global.

"Kita jangan hanya menjadi pengguna. Tetapi bagaimana kita juga bisa menjadi significant player yang ikut menentukan arah adopsi teknologi AI di Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan AI nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi. Tetapi juga kemampuan membangun ekosistem yang terintegrasi melalui kolaborasi pemerintah, industri, perguruan tinggi, BUMN, komunitas, dan para inovator nasional.

Nezar menjelaskan pengembangan AI menjadi salah satu prioritas dalam Visi Indonesia Digital 2045 yang diarahkan untuk mewujudkan teknologi yang inklusif, memperkuat ekosistem nasional. Serta mendukung kedaulatan digital Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan industri AI, mulai dari ketersediaan mineral kritis, sumber energi pendukung infrastruktur digital. Hingga bonus demografi yang menjadi sumber talenta digital masa depan.

Di sisi lain, Nezar mengingatkan bahwa perkembangan AI kini tidak hanya berkaitan dengan kemajuan teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika persaingan geopolitik global. Karena itu, ia menilai Indonesia perlu membangun kekuatan nasional melalui kolaborasi yang erat agar mampu menghadirkan ekosistem AI yang inklusif, berdaya saing, dan berdaulat.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita mewujudkannya dalam kerja sama yang kuat dan kolaborasi yang sinergis. Sehingga Indonesia dapat membangun ekosistem AI yang inklusif, berdaya, dan berdaulat," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....