Wamenkomdigi: Talenta Digital Indonesia, Penentu Daya Saing Teknologi Global
- 06 Jul 2026 17:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan bahwa talenta digital menjadi faktor penentu dalam menghadapi persaingan teknologi global yang semakin ketat.
- Pemerintah menilai kualitas SDM dan kemampuan inovasi digital sebagai penentu utama dalam transformasi ekosistem teknologi dan perkembangan artificial intelligence.
- Indonesia harus keluar dari posisi sebagai pengguna teknologi dan masuk ke proses penciptaan teknologi untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam rantai pasok teknologi global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Nezar Patria, menegaskan pentingnya penguatan talenta digital Indonesia. Terlebih hal ini diungkapkannya, di tengah persaingan teknologi global yang semakin ketat.
Pemerintah dikatakannya, menilai bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM), menjadi penentu dalam menghadapi perubahan struktur digital. Hal ini diungkapkan Nezar, juga termasuk dalam perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan transformasi ekosistem teknologi.
Sebab Wamenkomdigi menuturkan, bahwa persaingan teknologi global saat ini, tidak lagi bertumpu pada infrastruktur semata. Namun ia menyebut bahwa persaingan saat ini juga mencakupi penguasaan talenta dan kemampuan inovasi digital.
"Talenta digital menjadi faktor penentu. Dengan kemampuan manusia yang kuat, kita bisa mengatasi keterbatasan infrastruktur dan meningkatkan daya saing," kata Nezar dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Lebih lanjut dijelaskannya, kondisi itu menuntut penguatan yang dilakukan tidak hanya menjadikan SDM digital Indonesia sebagai pengguna teknik. Namun lebih dari itu, penguatan talenta digital untuk menjadikan Indonesia sebagai ratai nilai pengembangan teknologi digital.
Wamenkomdigi juga menyoroti, perkembangan teknologi digital saat ini yang ditandai oleh kompetensi global yang sangat cepat. Termasuk diungkapkannya, pada lapisan infrastruktur kompetisi dan AI yang terus berkembang pesat.
Dalam konteks tersebut, Indonesia masih memiliki tantangan dalam memperkuat posisi pada rantai pasok teknologi global. Menurut Nezar, penguatan talenta digital menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam menghadapi perubahan tersebut.
"Indonesia harus keluar dari posisi hanya sebagai pengguna teknologi. Kita perlu masuk ke proses penciptaan, bukan hanya pemakaian," ujar Wamenkomdigi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....