KemenPPPA Dorong Anak Menjadi Penggerak Perubahan Iklim Nasional
- 05 Jul 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengajak anak dan generasi muda menghadapi krisis iklim
- Salah satunya melalui aksi nyata menjaga lingkungan secara berkelanjutan bersama masyarakat.
- Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I KemenPPPA, Devy Nia Pradhika menegaskan anak bukan hanya terdampak perubahan iklim, tetapi juga berperan strategis menghadirkan solusi berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengajak anak dan generasi muda menghadapi krisis iklim. Salah satunya melalui aksi nyata menjaga lingkungan secara berkelanjutan bersama masyarakat.
Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I KemenPPPA, Devy Nia Pradhika menegaskan anak bukan hanya terdampak perubahan iklim, tetapi juga berperan strategis menghadirkan solusi berkelanjutan. Pasalnya, peran anak dinilai penting mendorong aksi nyata, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta memperkuat ketahanan menghadapi perubahan iklim.
“Anak Indonesia bukan hanya penerus bangsa. Kalian adalah pencipta solusi, penggerak perubahan, dan penjaga masa depan bumi. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan didorong untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan sejak usia dini,” kata Devy Nia Pradhika dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, 5 Juli 2026.
Devy menjelaskan krisis iklim berdampak langsung terhadap anak melalui banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, serta pencemaran yang mengganggu kesehatan. Menurut Devy, menjaga lingkungan berarti melindungi hak anak hidup sehat, belajar nyaman, bermain aman, serta tumbuh secara optimal.
Devy mengatakan Indonesia memiliki sekitar 79 juta anak atau hampir sepertiga dari total penduduk. Di tingkat global, UNICEF memperkirakan sekitar satu miliar anak tinggal di wilayah yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.
“Angka ini menunjukkan krisis iklim bukan hanya persoalan orang dewasa. Tetapi juga anak-anak dan generasi muda di seluruh dunia,” ucap Devy.
Ia mengajak anak dan orang muda mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, menghemat air dan listrik. Menanam pohon serta mengajak keluarga dan lingkungan sekitar melakukan hal serupa demi kelestarian lingkungan bersama.
“Jangan pernah menganggap tindakan kecil tidak berarti, karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil bersama. Mari buktikan anak-anak dan orang muda Indonesia menjadi penjaga bumi,” ucap Devy.
Senior Director Advocacy, Campaign and Government Relations Save the Children Indonesia, Tata Sudrajat, mengatakan webinar digelar. Hal ini dilakukan untuk memperkuat hak partisipasi anak dalam menghadapi krisis iklim.
“Kegiatan ini memang dirancang sebagai kegiatan yang mengacu pada hak partisipasi anak. Kami berharap webinar ini mendorong lahirnya aksi-aksi nyata dari teman-teman muda untuk merespons krisis iklim yang sedang kita hadapi bersama,” kata Tata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....