Kapan Puncak Kemarau 2026 di Indonesia? Ini Penjelasan Rinci BMKG

  • 05 Jul 2026 11:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Masyarakat Indonesia banyak yang mempertanyakan, kapan waktu puncak musim kemarau 2026 di Tanah Air. Masyarakat juga dibuat penasaran, pada musim kemarau ini, tetapi sejumlah wilayah di Indonesia masih dilanda hujan.
  • Merespons hal tersebut, BMKG mengungkapkan, sebanyak 48,9 persen wilayah Indonesia berdasarkan Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau.
  • Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, hampir separuh wilayah Indonesia kini mengalami penurunan curah hujan. Bahkan, 47,16 persen wilayah tercatat memiliki curah hujan di bawah kondisi normal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat Indonesia banyak yang mempertanyakan, kapan waktu puncak musim kemarau 2026 di Tanah Air. Masyarakat juga dibuat penasaran, pada musim kemarau ini, tetapi sejumlah wilayah di Indonesia masih dilanda hujan.

Merespons hal tersebut, BMKG mengungkapkan, 48,9 persen wilayah Indonesia berdasarkan Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut, diperkirakan akan terus meluas dengan puncak musim kemarau terjadi pada periode Juli hingga September 2026.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, hampir separuh wilayah Indonesia kini mengalami penurunan curah hujan. Bahkan, 47,16 persen wilayah tercatat memiliki curah hujan di bawah kondisi normal.

Menurut BMKG, situasi tersebut dipengaruhi oleh perkembangan fenomena El Nino yang terus menguat. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, fenomena iklim global itu berpotensi mencapai kategori kuat dan memperpanjang musim kemarau di berbagai daerah.

"Puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juli hingga September," ujar Ardhasena dalam keterangannya, dikutip Minggu, 5 Juli 2026. BMKG juga memproyeksikan kondisi yang lebih kering akan berlangsung hingga Oktober 2026.

Bahkan, BMKG menuturkan, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal. Tepatnya, selama periode Juli hingga Oktober 2026.

Ardhasena menjelaskan, penguatan El Nino berpotensi mengurangi intensitas hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Dampaknya, musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang sekaligus lebih kering dibandingkan kondisi normal.

"Kondisi ini diprediksi dapat mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Sehingga musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih kering dan lebih panjang," ucap Ardhasena.

Ke depannya, BMKG mengimbau, masyarakat serta berbagai sektor untuk segera melakukan langkah antisipasi. Khusus sektor pertanian, penyesuaian jadwal tanam, penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan, hingga diversifikasi tanaman menjadi strategi penting mengurangi risiko gagal panen.

Selain itu, masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan informasi iklim yang diperbarui secara berkala. BMKG memastikan pemantauan kondisi atmosfer dan prediksi iklim akan terus dilakukan setiap 10 hari sebagai dasar pengambilan keputusan.

"BMKG terus memantau perkembangan iklim dan memperbarui informasi iklim serta prediksi setiap 10 hari. Pantau selalu informasi resmi BMKG sebagai dasar pengambilan keputusan agar dampak kemarau dan El Nino dapat diantisipasi sejak dini," ujar Ardhasena.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....