Musim Kemarau, Pemadam Kebakaran Bekasi Antisipasi Kebakaran di Lahan TPA
- 04 Jul 2026 10:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Disdamkarmat Kota Bekasi melakukan persiapan antisipasi kebakaran pada dua TPA (Sumurbatu milik Bekasi dan Bantargebang milik Jakarta) saat memasuki musim kemarau.
- Penanganan kebakaran di lahan TPA memerlukan penanganan ekstra karena api sulit dipadamkan dan dipengaruhi adanya bahan mudah terbakar seperti sampah plastik.
- Pihak Disdamkarmat telah melakukan pemetaan terhadap kedua TPA untuk memungkinkan petugas mengambil langkah cepat dalam pemadaman api jika terjadi kebakaran.
RRI.CO.ID, Kota Bekasi - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mulai bersiap terhadap potensi kejadian kebakaran pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Terutama pada saat memasuki musim kemarau.
Menurut Sekretaris Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto menjelaskan bahwa penanganan kebakaran pada lahan TPA butuh penanganan ekstra. Sehingga pihaknya berharap jangan sampai terjadi kebakaran pada lahan TPA di Kota Bekasi.
Apalagi di Kota Bekasi sendiri kata dia, memiliki dua TPA, yaitu Sumurbatu milik Kota Bekasi dan Bantargebang milik Jakarta. Yang sama-sama berpotensi terjadi kebakaran pada musim kemarau.
"Pada musim kemarau saat ini kami antisipasi potensi kebakaran pada lahan TPA. Karena kalau sampai terjadi butuh penanganan ekstra karena sulit dipadamkan," katanya, kepada wartawan, Sabtu, 4 Juli 2026.
Ia menjelaskan adanya potensi kebakaran pada TPA dikarenakan terdapat bahan atau material yang mudah terbakar saat terkena panas. Salah satunya sampah plastik.
Disdamkarmat sendiri saat ini sudah mulai melakukan memetakan dua TPA di Kota Bekasi. Sehingga saat kejadian kebakaran terjadi para petugas pemadam kebakaran bisa mengambil langkah cepat untuk memadamkan api.
"Kebakaran itu terjadi karena adanya pemicu, pemicunya itu panas karena ada bahan mudah terbakar. Makanya kita antisipasi kebakaran di TPA jangan sampai terjadi," katanya.
Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat Kota Bekasi untuk tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu timbulnya kebakaran. Seperti melakukan pembakaran sampah di lingkungan masing-masing karena bisa memicu timbulnya kebakaran.
"Himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran. Misalnya membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan ini kita himbau terus agar dihindari," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....