Wamen LH: Kebakaran TPA Jatiwaringin Berpotensi Picu Ledakan

  • 05 Jul 2026 03:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran yang melandan 15 hektar TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang berpotensi menimbulkan ledakan
  • Prihal tersebut dilontarkan Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup (LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono

RRI.CO.ID, Tangerang - Kebakaran yang melanda 15 hektare kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang berpotensi menimbulkan ledakan. Prihal tersebut dilontarkan Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup (LH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono.

"Kebakaran TPA Jatiwaringin karakteristiknya mirip seperti kebakaran lahan gambut, karena mungkin di atasnya terlihat sudah padam, tetapi ketika kita lihat di bagian bawahnya ini masih ada apinya gitu. Jadi kapan saja bisa terus kebakaran, dan karena ada CH_4-nya, bisa ada potensi ledakan juga," ujar Wamen Diaz di TPA Jatiwaringin, Sabtu 4 Juli 2026.

Diaz mengaku pihaknya juga sudah mendeploy dua mobile monitoring system ada SO_2 (sulfur dioxide), NO_2 (nitrogen dioxide) dan juga PM 1.0 serta PM 2.5. "Yang angkanya kalau kita lihat, itu sudah diatas baku mutu pastinya ya," kata dia.

Menurut Diaz, bila baku mutunya yang dibilang baik itu 15,5 dan sedang dari 15,5 sampai 55,5. Setelah itu tidak sehat dan membahayakan dan lain sebagainya.

"Dan ini sudah sampai ke tingkat 1.000 ya. Jadi berapa hari ini sudah tingkat 1.000, jelas kondisi udaranya sudah sangat tidak sehat serta membahayakan," ucapnya.

Tetapi, sambung Diaz, tadi malam dirinya melihat langsung menurun drastis, akibatnya dirinyapun penasaran serta melakukan penelusuran. "Nah ketika ditelusuri ini kenapa kok bisa turun drastis. Ternyata karena daya listriknya enggak kuat," ujarnya seraya tertawa kecil.

Jadi, lanjutnya, dayanya ini membutuhkan sekitar 3.500 whatt dan disini ada posko-posko yang juga membutuhkan listrik, maka monitoring system KLH gagal. Namun, tadi sudah dikoordinasikan untuk minta kepada PLN.

"Kami mohon juga kerjasamanya PLN, syukur Alhamdulillah tadi berapa menit yang lalu sudah datang dan listriknya sudah naik lagi. Jadi dari segi monitoring tadi ada dua apa tantangan ya, dari yang drone dan juga dari segi PLN," ujarnya.

Selain itu, masih menurut Diaz, terdapat kendala lain dalam hal penyuntikan titik api. Airnya harus air bersih, karena tidak bisa air yang tercampur dengan lumpur.

"Karena pipanya dia banyak pori-pori yang masuk ke bawah, ya, karena harus high pressure. Perlu air yang high pressure juga, sehingga tadi kita memikirkan bagaimana caranya untuk agar airnya bisa lebih bersih dan tadi di apa sudah dikontak akan ada air dari PDAM," kata Diaz.

Diketahui, KLH berencana mengerahkan teknologi drone thermal . Tujuannya untuk membantu deteksi titik-titik api kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.

Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup (LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengatakan rencana pengerahan teknologi ini untuk mempermudah para petugas lapangan dalam mengendalikan kebakaran TPA tersebut.

"Nah, tadi kami juga sudah minta tim Gakkum (Penegak Hukum, Red) untuk koordinasi dengan pihak bandara, dengan TNI AU. Agar bisa melakukan monitoring analisa melalui drone thermal secara berkala," ujarnya di TPA Jatiwaringin, Sabtu 4 Juli 2026.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang tetap mengoperasikan TPA Jatiwaringin sebagai lokasi pembuangan sampah walaupun kebakaran belum padam. "Oh, masih (buang sampah, Red)." kata Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, Kamis 2 Juli 2026.

"TPA Jatiwaringin tetap kita operasikan, dari pada sampah menumpuk dijalan-jalan," tambah Bupati. Kegiatan pembongkaran tetap berjalan bahkan sampah tengah malam.

Hal ini bisa dilihat dari antrean truk sampah ke TPA Jatiwaringin yang masih terbakar. "Sampai jam 02.00 WIB gitu ya," kata Bupati Tangerang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....