Kementerian PPPA, BPS dan PNM Perkuat Sensus Ekonomi
- 04 Jul 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PPPA, Badan Pusat Statistik dan Permodalan Nasional Mandiri memperkuat Sensus Ekonomi 2026 dengan sasaran perempuan pelaku usaha Mekaar.
- Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan sensus ekonomi penting menggambarkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya perempuan Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian PPPA, Badan Pusat Statistik dan Permodalan Nasional Mandiri memperkuat Sensus Ekonomi 2026 dengan sasaran perempuan pelaku usaha Mekaar. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan data lebih komprehensif untuk memperkuat kebijakan ekonomi perempuan Indonesia.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan sensus ekonomi penting menggambarkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya perempuan Indonesia. Menurutnya, data akurat diperlukan untuk menyusun kebijakan pemberdayaan perempuan yang lebih tepat sasaran dan inklusif.
“Melalui sensus ekonomi, kita menghadirkan gambaran utuh aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya perempuan. Sensus ini mengidentifikasi kontribusi perempuan pelaku usaha yang selama ini belum tercatat optimal,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2026.
Menurut Arifah, data akurat menjadi dasar kebijakan tepat sasaran dan responsif gender bagi pemberdayaan perempuan Indonesia. TPAK perempuan 56,63 persen masih di bawah laki-laki 84,40 persen berdasarkan Sakernas Agustus 2025.
“Ini menunjukkan hambatan perempuan dalam akses pekerjaan layak, pengembangan usaha, dan peningkatan kapasitas. Karena itu, perlunya dukungan berkelanjutan agar perempuan dapat berdaya dan berkontribusi lebih luas,” ucap Arifah.
Arifah mengajak nasabah PNM Mekaar memberikan data lengkap dan akurat kepada petugas sensus ekonomi. Ia menegaskan keterbukaan data penting agar kontribusi perempuan dalam ekonomi nasional dapat tercatat dengan baik.
“Kami mengimbau perempuan nasabah PNM Mekaar untuk memberikan informasi yang lengkap kepada petugas sensus. Langkah ini dilakukan agar kita mendapatkan data yang akurat sebagai gambaran nyata kerja keras perempuan Indonesia,” kata Arifah menegaskan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan perempuan memiliki kontribusi besar dalam aktivitas ekonomi nasional Indonesia. Hal ini terlihat dari meningkatnya peran perempuan dalam usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai sektor.
@Sebanyak 36,32 persen perempuan bekerja berusaha, dan 7,99 juta NIB diterbitkan untuk pelaku usaha perempuan. Data 2021–2025 menunjukkan perempuan mendominasi 58,68 persen penerbitan NIB di sektor usaha nasional,” kata Amalia.
Amalia mengungkapkan PT PNM telah menyelesaikan pengisian data Sensus Ekonomi 2026 di seluruh jaringan operasional. Hal ini mencakup kantor pusat, cabang, hingga unit layanan yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.
“Data dari PT PNM menunjukkan 15,6 juta nasabah PNM Mekaar turut menggerakkan ekonomi nasional. Jika tercatat dengan baik, maka mereka akan memiliki suara dalam kebijakan ekonomi ke depan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....