Menbud: Museum ITB Jadi Standar Baru Permuseuman Nasional

  • 04 Jul 2026 04:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fadli Zon menyebut Museum ITB di Lantai 4 Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, menghadirkan standar baru bagi permuseuman nasional.
  • Museum ITB dinilai berhasil mengadopsi teknologi digital canggih yang setara dengan museum-museum kelas dunia.

RRI.CO.ID, Bandung - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut Museum ITB di Lantai 4 Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, menghadirkan standar baru bagi permuseuman nasional. Museum tersebut dinilai berhasil mengadopsi teknologi digital canggih yang setara dengan museum-museum kelas dunia.

Museum ini diresmikan oleh Fadli Zon pada Jumat 3 Juli 2026. Meseum ITB ini dihadirkan sebagai ruang edukasi modern berbasis sains, teknologi, seni, dan inovasi interaktif yang dapat diakses masyarakat umum.

"Intervensi digitalnya sudah sangat banyak, immersive, dan lain-lain. Mudah-mudahan ini bisa dijadikan contoh untuk sebuah museum yang lain, baik perguruan tinggi maupun museum-museum pada umumnya," kata Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, konsep Museum ITB sejalan dengan fokus pemerintah dalam memperkuat sektor STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Ia berharap museum tersebut mampu menjadi sumber inspirasi, refleksi, sekaligus sarana edukasi bagi pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas melalui narasi dan tata pameran yang kuat.

Diketahui, museum ITB ini dirancang oleh Dewan Penggagas lintas disiplin ilmu sejak 2018. Berawal dari proyek digitalisasi arsip untuk menyelamatkan dokumen bersejarah, inisiatif tersebut kemudian berkembang menjadi museum modern dengan empat zona utama.

Keempat zona tersebut meliputi Zona Akar Sejarah ITB, Zona Jejak Pencerahan Riset dan Pendidikan, Zona Kehidupan Kampus dari Masa ke Masa. Serta Zona Inspirasi Masa Depan yang dilengkapi ruang pameran temporer untuk kolaborasi lintas disiplin.

Salah satu fasilitas unggulan museum ini adalah Teater Dome 360 derajat yang menghadirkan pengalaman sinematik imersif melalui perpaduan teknologi visual dan audio mutakhir. Fasilitas tersebut memungkinkan pengunjung menyaksikan perjalanan sejarah kampus hingga simulasi riset para ilmuwan dunia secara lebih interaktif.

Sementara itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menegaskan bahwa nilai utama museum bukan terletak pada kemegahan bangunannya. Melainkan pada kemampuannya menjadi ruang transfer pengetahuan lintas generasi.

"Kita mendesain museum ini untuk semua kalangan, anak-anak bisa berinteraksi, orang tua juga bisa belajar, mungkin ada senior-senior yang ingin bernostalgia. Jadi, ini sebetulnya adalah ruang pertemuan lintas generasi yang juga merupakan ruang belajar," ujar Tatacipta.

Peresmian Museum ITB ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Rektor ITB bersama Fadli Zon serta sejumlah tokoh nasional dan mitra strategis. Di antaranya Sinta Wahid, Low Tuck Kwong, Purnomo Yusgiantoro, Yani Panigoro, Subakat Hadi, serta maestro seni Nyoman Nuarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....