Warga Terdampak Terbakarnya TPA Jatiwaringin, Keluhkan Sakit
- 03 Jul 2026 22:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Warga di sekitar lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Tangerang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, flu, dan demam akibat paparan asap.
- 2. Dinas Kesehatan mendirikan posko untuk warga terdampak terbakarnya TPA Jatiwaringin
- 3. DInas Kesehatan memastikan upaya untuk mencegah dampak berbahaya dari paparan asap
RRI.CO.ID, Jakarta-Warga disekitar kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten mengeluhkan berbagai penyakit. Keluhan imbas asap dari terbakarnya TPA Jatiwaringin, yang hingga kini apinya belum berhasil dipadamkan.
“Masyarakat yang terdampak, awal menderita keluhan ISPA, batuk, flu dan meriang (demam). Ini harus kita temukan agar cepat kita obati, jangan sampai jatuh ke pneumonia atau radang paru,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi dalam perbincangan bersama RRI Pro3, Jumat, 3 Juli 2026.
Tim medis berupaya mencegah agar tidak terjadi bahaya lanjutan seperti bronkopneumonia dan radang paru. Kedua penyakit tersebut berpotensi mengakibatkan kematian pada balita, ibu hamil dan orang berisiko.
Namun berdasarkan data di lapangan, orang dewasa yang dominan mengeluhkan sakit karena kerap beraktivitas di luar rumah. Pada hari kedua, ada 154 orang teridentifikasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Hari ke-empat kemarin yang melapor 22 orang. Hari ini belum rekap ya,” ujar Hendra .
Pihaknya telah membuka lima posko kesehatan yang terus memantau kondisi warga, Pihak tim medis menjemput bola untuk memastikan warga terdampak dalam keadaan baik terutama warga yang tidak mau mengungsi.
Pihak kecamatan dan desa telah menyiapkan lokasi pengungsian. Warga diminta berada di lokasi pengungsian hingga kondisi berangsur pulih.
“Satu hari lalu atas perintah Bupati, Puskesmas jemput bola, ada masyarakat yang tidak mau menginap di penampungan. Kita keliling setiap satu jam melihat kondisi yang bertahan ditengah kepulan asap,” ujarnya.
Dinas Kesehatan telah membagi-bagikan masker untuk warga terdampak agar tidak terpapar asap. Tim medis mengimbau agar tidak beraktivitas di lokasi yang terpapar asap dan disarankan untuk mengungsi.
“Kalau bisa mengungsi karena pihak kecamatan dan desa sudah menyediakan tempat untuk mengungsi. Kalau terpaksa harus menggunakan masker,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....