DLHK Depok Gandeng Damkar Cegah Kebakaran Berulang di TPA Cipayung
- 17 Jul 2026 11:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemkot Depok memperketat pengamanan TPA Cipayung dengan menerapkan SOP baru, termasuk patroli selama 24 jam untuk mencegah kebakaran susulan.
- DLHK Kota Depok memperkuat langkah pencegahan melalui larangan merokok, penyiraman area TPA dua kali sehari, serta pembenahan pengelolaan gas metana dan air lindi.
- Petugas pemadam masih melakukan pemadaman dengan mengerahkan empat unit mobil pemadam dan 16 personel agar api tidak meluas ke area tumpukan sampah lainnya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Depok memperketat pengamanan di Tempat Pembuangan Akhir Cipayung setelah kebakaran terjadi pada Kamis, 16 Juli 2026. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan segera menerapkan standar operasional prosedur baru guna mencegah insiden serupa kembali terulang.
Kebijakan tersebut difokuskan pada penguatan pengawasan di seluruh kawasan TPA melalui patroli selama 24 jam setiap hari. Langkah itu dilakukan agar setiap potensi kebakaran dapat diketahui lebih cepat sebelum api menyebar ke area yang lebih luas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Reni Siti Nuraeni mengatakan patroli menjadi bagian prosedur penanganan kebakaran. Menurutnya, keberadaan petugas di lapangan membuat titik api lebih cepat ditemukan sehingga proses pemadaman berlangsung lebih efektif.
"Patroli selama dua puluh empat jam sudah menjadi bagian dari standar operasional kami untuk mengawasi seluruh kawasan TPA setiap hari. Titik api dapat segera terdeteksi sehingga penanganan berlangsung lebih cepat sebelum kobaran meluas ke area lainnya," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 17 Juli 2026.
Selain patroli, DLHK Kota Depok juga menerapkan larangan merokok bagi seluruh orang yang berada di kawasan TPA Cipayung. Aturan tersebut wajib dipatuhi petugas, pengemudi truk sampah, pekerja lapangan, maupun masyarakat yang memiliki aktivitas di lokasi.
DLHK juga mempercepat pelaksanaan penyiraman rutin pada area tumpukan sampah sebagai langkah pencegahan munculnya titik api baru. Penyiraman dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok sebanyak dua kali setiap hari.
Ia menjelaskan rencana penyiraman sebenarnya telah disiapkan melalui koordinasi resmi bersama Dinas Pemadam Kebakaran sejak beberapa waktu sebelumnya. Namun, insiden kebakaran membuat kebijakan tersebut langsung dijalankan tanpa menunggu proses koordinasi selesai seluruhnya.
"Kami meminta petugas pemadam melakukan penyiraman dua kali setiap hari agar kondisi tumpukan sampah tetap lembap sepanjang waktu. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kebakaran sekaligus memperkuat upaya pencegahan yang telah kami lakukan bersama," ucapnya.
Selain memperkuat langkah pencegahan, DLHK Kota Depok juga membenahi pengelolaan gas metana dan air lindi yang dihasilkan tumpukan sampah. Perbaikan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan keamanan operasional dan menjaga kualitas lingkungan sekitar TPA.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Tessy Haryati, mengatakan petugas masih berjibaku memadamkan api. Proses pemadaman terus dilakukan untuk mencegah kobaran api meluas ke area tumpukan sampah lainnya di lokasi tersebut.
"Sementara 4 unit mobil pemadam dengan 16 orang personel. Masih proses pemadaman ya, mohon doanya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....