Hari Ketiga, Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Selimuti Pemukiman Warga
- 02 Jul 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kebakaran TPA Jatiwaringin memasuki hari ketiga dan belum berhasil dipadamkan, dengan asap pekat masih menyelimuti permukiman.
- Asap berdampak ke tiga kecamatan, memaksa sebagian warga mengungsi dan memicu gangguan pernapasan.
- Dinkes mencatat 154 kasus ISPA akibat paparan asap, mayoritas dialami balita dan ibu hamil.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Tangerang masih belum berhasil dipadamkan hibgga Kamis, 2 Juli 2026. Memasuki hari ketiga, api masih terlihat berkobar di sejumlah lokasi, sementara asap pekat terus menyelimuti permukiman warga sekitar.
Pada Kamis pagi menunjukkan kepulan asap bergerak mengikuti arah angin. Saat angin bertiup ke utara, asap pekat menyebar hingga ke kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Gunungan sampah di area TPA tampak menghitam akibat terbakar sejak kebakaran pertama kali terjadi, Selasa 30 Juni 2026. Hingga kini, bara api masih terlihat di beberapa lokasi sehingga berpotensi kembali membesar apabila tertiup angin.
Suasana di TPA Jatiwaringin juga tampak lengang. Aktivitas bongkar muat armada pengangkut sampah dihentikan sementara. Sejumlah alat berat berupa ekskavator terlihat terparkir di area yang tidak terdampak kebakaran.
Sementara itu, aktivitas pemadaman dihentikan sementara pada Kamis pagi. Sejumlah petugas pemadam kebakaran (damkar) tampak beristirahat di Kantor UPT TPA Jatiwaringin sebelum melanjutkan penanganan di lapangan.
Di lokasi juga terlihat satu unit mobil stasiun pemantauan kualitas udara milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Mobil ini dikerahkan untuk memantau dampak polusi akibat kebakaran.
Asap kebakaran terus bergerak mengikuti arah angin. Sedikitnya ada tiga kecamatan terdampak polusi udara akibat kebakaran di TPA Jatiwaringin, yakni Kecamatan Mauk, Rajeg, dan Sukadiri.
Salah seorang warga Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Mauk, Sarnata menceritakan sebagian warga yang masih mengungsi di kantor desa. Warga mulai mengungsi sejak Rabu, 1 Juli 2026 malam karena kondisi udara yang semakin memburuk.
"Asapnya perih, ke dada juga sesak. Perihnya bukan main kalau asapnya sudah ke sini," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Sarnata, desanya berada di sisi barat TPA Jatiwaringin, sehingga setiap sore hingga malam hari. Ia menjelaskan bahwa kepulan asap mengarah ke permukiman warga.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Tidak sedikit dari mereka yang mengalami infeksi pernapasan paru paru (ISPA).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Infeksi tersebut diakibatkan karena adanya paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, mayoritas warga yang mengalami gangguan kesehatan merupakan balita, dan ibu hamil. Adapun kelompok rentan yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.
"Tadi kebetulan ada satu kasus tadi ada ibu hamil yang kita rujuk ke rumah sakit. Selain hamil, ada gangguan pernapasan, jadi kita rujuk ke rumah sakit," ujarnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....