Ratusan Warga Tercatat Mengidap ISPA akibat Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin

  • 02 Jul 2026 09:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 154 warga mengalami ISPA akibat paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin, dengan mayoritas pasien merupakan balita, ibu hamil, dan kelompok rentan. Satu ibu hamil dengan gangguan pernapasan telah dirujuk ke rumah sakit.
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mendirikan empat posko kesehatan dan mengerahkan 25 tenaga medis untuk melayani warga terdampak, terutama di Kecamatan Mauk, Rajeg, dan Sukadiri.
  • Modifikasi cuaca belum dapat dilakukan karena potensi pertumbuhan awan masih rendah. Pemadaman kebakaran sementara mengandalkan penyiraman darat dan water bombing menggunakan helikopter.

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Infeksi tersebut diakibatkan karena adanya paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang, Banten.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, mayoritas warga yang mengalami gangguan kesehatan merupakan balita, dan ibu hamil. Adapun kelompok rentan yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.

"Tadi kebetulan ada satu kasus tadi ada ibu hamil yang kita rujuk ke rumah sakit. Selain hamil, ada gangguan pernapasan, jadi kita rujuk ke rumah sakit," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu malam, 1 Juli 2026.

Untuk menangani warga terdampak, Dinkes telah mendirikan empat posko kesehatan di sekitar TPA Jatiwaringin. Sebanyak 25 tenaga medis juga diterjunkan dan disiagakan selama 25 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Di lapangan itu ada lebih kurang 25 personel. Dan itu akan bergantian nanti jaga malam pun kalau ada yang kebetulan ada masyarakat yang mengungsi," katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan Dinkes, kata Henda, dampak asap kebakaran hingga kini paling banyak dirasakan di tiga kecamatan. Yaitu di Kecamatan Mauk, Rajeg, dan Sukadiri.

Meski demikian, Dinkes telah menginstruksikan seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kewaspadaan. Khususnya untuk mengantisipasi perubahan arah angin yang berpotensi memperluas sebaran asap.

Modifikasi cuaca di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Tangerang sulit dilakukan karena adanya potensi pertumbuhan awan diprakirakan masih rendah. Demikian disampaikan oleh Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II, Hartanto.

"Sampai beberapa hari ke depan peluangnya masih kecil. Sehingga dilakukan upaya lain untuk pemadaman di lokasi," katanya.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil monitoring kondisi dinamika atmosfer, potensi hujan masih rendah dalam beberapa hari ke depan. Namun, kondisi tersebut akan terus dipantau secara rutin setiap hari.

Modifikasi cuaca, kata dia, dapat dilakukan jika potensi pertumbuhan awan meningkat dan memungkinkan untuk operasi. "Alternatifnya dengan cara lain melalui penyiraman secara konvensional dan bombing dari helikopter," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....