Kebakaran TPA Jatiwaringin, BPBD Kabupaten Tangerang Minta Bantuan BNPB

  • 30 Jun 2026 19:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengaku kesulitan memadamkan kebakaran TPA Jatiwaringin
  • Alhasil, Pemkab Tangerang meminta bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

RRI.CO.ID, Tangerang - Petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengalami kesulitan memadamkan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang meminta bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Ruslan mengatakan, proses pemadaman terkendala. Lokasi titik api yang berada di atas gunungan sampah serta keterbatasan pasokan air.

"Kami juga berkoordinasi dengan BNPB untuk penanganan kebakaran ini karena kami kesulitan memadamkan api. Titik api berada di atas tumpukan sampah dan kami juga kesulitan air," ujarnya, Selasa 30 Juni 2026.

Ruslan mengatakan, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Petugas pemadam kebakaran masih berupaya menjinakkan api agar tidak meluas ke area lain di TPA Jatiwaringin.

Sementara itu, Pemerhati Lingkungan, Nurdin Kurniawan menilai kebakaran di TPA Jatiwaringin tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Menurutnya, insiden tersebut merupakan indikasi adanya persoalan dalam sistem pengelolaan dan pengawasan sampah yang harus segera dievaluasi.

“Kebakaran di TPA bukan hanya persoalan teknis pemadaman api. Ini menunjukkan adanya kelemahan dalam pengawasan, pengelolaan dan mitigasi risiko dilokasi pembuangan sampah," kata Nurdin.

Pemerintah daerah, lanjutnya, harus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang. Gunung sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menghasilkan gas metana yang mudah terbakar, terutama saat cuaca panas dan kondisi sampah mengering.

Karena itu, pengawasan rutin serta penerapan sistem pengelolaan yang sesuai standar menjadi hal yang sangat penting. Ia meminta, instansi terkait untuk mengusut penyebab kebakaran secara transparan dan menyampaikan hasilnya kepada masyarakat.

Nurdin juga mendorong adanya peningkatan sarana pengamanan serta sistem deteksi dini di kawasan TPA. Hal itu guna meminimalkan risiko kebakaran di masa mendatang.

“Perlu ada langkah konkret, bukan hanya penanganan setelah kebakaran terjadi. Pengawasan diperketat, pengelolaan sampah diperbaiki, dan sistem pencegahan harus menjadi prioritas agar lingkungan serta kesehatan masyarakat tetap terlindungi,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....