Ekspor Nikel-Sawit Dorong Surplus Dagang Nonmigas USD 16,31 M
- 02 Jul 2026 09:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ekspor Nikel-Sawit Dorong Surplus Dagang Nonmigas USD 16,31 M
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja positif perdagangan Indonesia pada sektor nonmigas sepanjang Januari–Mei 2026. Neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus sebesar USD 16,31 miliar, ditopang oleh meningkatnya ekspor komoditas industri pengolahan seperti nikel dan minyak kelapa sawit.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan bahwa surplus tersebut terjadi karena nilai ekspor nonmigas mencapai USD 110,19 miliar, lebih tinggi dibandingkan impor yang sebesar USD 93,88 miliar.“Surplus neraca perdagangan nonmigas hingga Mei 2026 didorong oleh kinerja ekspor yang solid di berbagai sektor,” ujar Amalia dalam keterangan resmi, Rabu 1 Juli 2026.
Secara keseluruhan, ekspor nonmigas tumbuh 3,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusinya juga semakin dominan, mencapai 95,52 persen dari total ekspor nasional, meningkat dari 94,71 persen pada tahun lalu.
Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang utama dengan nilai ekspor mencapai USD 94,62 miliar atau naik 6,80 persen secara tahunan. Komoditas utama yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain produk olahan nikel, minyak kelapa sawit, serta berbagai produk kimia berbasis sumber daya alam.
Ekspor olahan nikel tercatat sebagai salah satu yang tumbuh paling pesat, yakni USD 5,41 miliar atau meningkat 61,06 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor minyak kelapa sawit mencapai USD 11,50 miliar, naik 8,58 persen.
Komoditas lain yang juga mencatat pertumbuhan signifikan adalah kimia dasar organik berbasis pertanian sebesar USD 4,99 miliar (naik 21,39 persen) serta kimia dasar anorganik lainnya sebesar USD 1,38 miliar (naik 84,34 persen).Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai USD 28,54 miliar, tumbuh 17,68 persen dibanding tahun sebelumnya.
Disusul ASEAN sebesar USD 22,13 miliar, Amerika Serikat USD 12,73 miliar, Uni Eropa USD 7,99 miliar, dan India USD 7,43 miliar.Sementara itu, impor nonmigas tercatat sebesar USD 93,88 miliar. Tiga komoditas utama impor adalah mesin dan peralatan mekanis (USD 16,16 miliar), mesin dan perlengkapan elektrik (USD 13,95 miliar), serta plastik dan barang dari plastik (USD 4,92 miliar), dengan total kontribusi 37,31 persen dari seluruh impor nonmigas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....