Kunjungi Istana Merdeka, Ini Sejarah Tiga Dekade Diplomasi Indonesia-Belarus
- 02 Jul 2026 10:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertemuan Prabowo dan Lukashenko di Istana Merdeka menandai babak baru hubungan Indonesia-Belarus yang telah terjalin selama 33 tahun.
- Hubungan Indonesia dan Belarus berkembang dari kerja sama diplomatik menjadi kemitraan strategis di bidang ekonomi, pertanian, dan teknologi.
- Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 disiapkan sebagai arah baru penguatan kerja sama kedua negara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. Pertemuan tersebut menjadi penanda babak baru hubungan Indonesia dan Belarus yang telah terjalin selama lebih dari tiga dekade.
Mengutip laman Kedutaan Indonesia di Belarus, hubungan diplomatik kedua negara resmi dibuka pada 18 Juni 1993. Saat itu Belarus baru beberapa tahun menjadi negara merdeka setelah runtuhnya Uni Soviet.
Awalnya hubungan Indonesia dan Belarus masih terbatas pada komunikasi diplomatik serta penjajakan kerja sama. Namun kedua negara mulai membangun fondasi kemitraan di bidang politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Penguatan hubungan mulai terlihat pada awal tahun 2000-an. Salah satu momentum penting terjadi ketika Wakil Perdana Menteri Belarus Vladimir Zametalin berkunjung ke Indonesia pada tahun 2000.
Seiring waktu. berbagai forum bisnis dan pertemuan tingkat menteri rutin digelar. Upaya tersebut bertujuan memperluas kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Tonggak penting berikutnya ialah pada tahun 2009, dengan pembentukan Komisi Bersama Antar Pemerintah atau Joint Commission. Forum ini menjadi wadah utama penyusunan program kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Hubungan bilateral semakin berkembang setelah Belarus membuka Kedutaan Besarnya di Jakarta pada 22 Agustus 2011. Langkah tersebut menunjukkan posisi strategis Indonesia bagi Belarus sebagai pintu masuk menuju kawasan ASEAN.
Indonesia memandang Belarus sebagai salah satu mitra penting di kawasan Eurasia. Kerja sama yang berkembang mencakup sektor industri, pupuk, alat berat, hingga perdagangan komoditas.
Momentum bersejarah terjadi pada 2013 saat Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi yang pertama dilakukan kepala negara Belarus sejak hubungan diplomatik dibuka pada 1993.
Dalam kunjungan tersebut, Lukashenko bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kedua pemimpin membahas peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi yang menjadi fondasi hubungan bilateral pada dekade berikutnya.
Tiga puluh tahun hubungan diplomatik Indonesia-Belarus diperingati pada tahun 2023. Perayaan tersebut ditandai penyelenggaraan forum bisnis "Indonesia-Belarus: Towards Closer Economic Cooperation" di Jakarta.
Selain ekonomi, hubungan kedua negara juga berkembang melalui kerja sama parlemen, pendidikan, kebudayaan, dan diplomasi antarmasyarakat. Interaksi tersebut memperluas cakupan hubungan yang sebelumnya didominasi sektor perdagangan.
Hubungan Indonesia dan Belarus memasuki fase baru pada era Presiden Prabowo Subianto. Pada 15 Juli 2025, Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke Belarus dan bertemu langsung dengan Presiden Lukashenko di Ozyorny, dekat Minsk.
Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu membahas berbagai peluang kerja sama strategis. Salah satu fokus utama adalah perdagangan komoditas serta kebutuhan pupuk, terutama potash yang menjadi produk unggulan Belarus.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga mengundang Lukashenko untuk berkunjung ke Indonesia. Undangan itulah yang kini terealisasi melalui kunjungan kenegaraan Presiden Belarus ke Jakarta.
Menjelang pertemuan di Istana Merdeka, kedua negara telah mempersiapkan peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030. Dokumen itu diharapkan menjadi peta jalan baru kerja sama di bidang ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan.
Dari perspektif diplomasi, kunjungan Lukashenko mencerminkan upaya Indonesia memperluas kemitraan dengan negara-negara Eurasia. Sementara bagi Belarus, Indonesia merupakan mitra strategis sekaligus gerbang menuju pasar ASEAN yang terus berkembang.
Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko di Istana Merdeka hari ini menjadi kelanjutan dari hubungan yang telah dibangun sejak 1993. Kunjungan tersebut juga diharapkan memperkuat kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan bagi kedua negara pada periode 2026 hingga 2030.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....