Dubes RI Serahkan Kredensial kepada Presiden Guinea Ekuatorial
- 02 Jul 2026 07:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Agung Cahaya Sumirat, resmi memulai tugas diplomatiknya sebagai Duta Besar RI untuk Guinea Ekuatorial.
- Dubes Agung didampingi Sekretaris Pertama KBRI Yaoundé, Anindita Aji Pratama.
- Guinea Ekuatorial merupakan salah satu negara akreditasi KBRI Yaoundé di Kamerun.
RRI.CO.ID, Malabo – Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun yang juga merangkap Guinea Ekuatorial, Agung Cahaya Sumirat, resmi memulai tugas diplomatiknya di Guinea Ekuatorial. Penugasan tersebut ditandai dengan penyerahan surat kepercayaan (kredensial) kepada Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo.
Prosesi penyerahan kredensial berlangsung dalam upacara kenegaraan di Istana Kepresidenan Guinea Ekuatorial, Malabo, pada 18 Juni 2026. Penyerahan surat kepercayaan tersebut menandai dimulainya secara resmi masa tugas Dubes Agung di negara Afrika Tengah tersebut.
Dalam upacara tersebut, Presiden Nguema Mbasogo didampingi Menteri Luar Negeri Guinea Ekuatorial, Simeón Oyono Esono Angüe, beserta sejumlah pejabat tinggi pemerintah. Sementara itu, Dubes Agung didampingi Sekretaris Pertama KBRI Yaoundé, Anindita Aji Pratama.
Pada pertemuan itu, Presiden Nguema Mbasogo menyampaikan bahwa Guinea Ekuatorial memandang Indonesia sebagai salah satu model keberhasilan pembangunan negara berkembang. Ia berharap hubungan bilateral kedua negara dapat terus ditingkatkan di berbagai bidang.
Menurut Presiden Nguema Mbasogo, Indonesia dan Guinea Ekuatorial sama-sama merupakan bagian dari negara-negara Global South yang memiliki kepentingan bersama dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dubes Agung menyampaikan salam hormat Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Nguema Mbasogo. Ia juga menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral, terutama di bidang ekonomi, termasuk kerja sama ketahanan energi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Agung menyampaikan bahwa Indonesia saat ini merupakan pengimpor minyak mentah terbesar keempat dari Guinea Ekuatorial. Posisi tersebut diharapkan dapat terus meningkat seiring dengan penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.
Selain menyerahkan kredensial, Dubes Agung juga melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah pejabat Guinea Ekuatorial, antara lain Menteri Luar Negeri, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Keuangan. Pertemuan itu membahas peluang peningkatan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Di sela kunjungannya, Dubes Agung juga bersilaturahmi dengan komunitas ASEAN di Malabo yang diwakili warga negara Indonesia dan Filipina.
Indonesia dan Guinea Ekuatorial menjalin hubungan diplomatik sejak 2016. Tahun 2026 menjadi momentum satu dekade hubungan bilateral kedua negara yang telah menghasilkan sejumlah kerja sama, termasuk perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas serta mekanisme konsultasi bilateral.
Guinea Ekuatorial merupakan salah satu negara akreditasi KBRI Yaoundé di Kamerun. Selain Kamerun dan Guinea Ekuatorial, wilayah kerja KBRI Yaoundé juga meliputi Chad, Gabon, Republik Kongo, dan Republik Afrika Tengah sejak mulai beroperasi pada 2023.
Kementerian Luar Negeri menyatakan pembukaan KBRI Yaoundé menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kehadiran diplomatik sekaligus memperluas kerja sama dengan negara-negara di kawasan Afrika Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....