Menko Muhaimin: Perluasan Akses Pendidikan Harus Jangkau Desa 3T

  • 02 Jul 2026 07:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan perluasan akses pendidikan harus menjangkau desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Perluasan akses pendidikan seharusnya menjangkau desa-desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Demikian Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, Rabu 1 Juni 2026 di Jakarta. “Dari sana kita bisa meningkatkan pemberdayaan masyarakat, kualitas hidup, sekaligus kemajuan desa,” ujarnya.

Untuk mencapai hal tersebut, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat meluncurkan program Beasiswa 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat. Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan bersama Universitas Siber Asia.

Pada tahun pertama, beasiswa tersebut akan diberikan secara penuh. Sedangkan pada tahun-tahun berikutnya diberikan berdasarkan evaluasi terhadap indeks prestasi kumulatif mahasiswa.

“Mahasiswa dengan IPK 3,50 atau lebih akan mendapat beasiswa penuh,” kata Muhaimin. Sedangkan yang IPK-nya kurang dari 3,50 akan menerima beasiswa sebesar 50 persen.

Menko berharap program tersebut dapat membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Terutama generasi muda di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan pendidikan berkualitas.

Menurut Muhaimin, sistem pembelajaran jarak jauh yang dikembangkan Universitas Siber Asia menjadi satu solusi untuk pemerataan pendidikan. Sehingga, masyarakat di berbagai daerah dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa harus berpindah tempat tinggal.

“Anak-anak muda bisa tetap belajar sambil berkontribusi menyelesaikan berbagai persoalan di daerahnya,” ujarnya. Sehingga, lanjut dia, pendidikan bukan hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga mendorong pembangunan desa secara langsung.

Muhaimin juga menekankan pentingnya membangun kerja sama terpadu antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan. “Kerja sama seperti ini jangan sepotong-sepotong, harus terintegrasi dalam satu kerangka yang lebih utuh,” ujarnya.

Menko lalu mengajak seluruh pihak memanfaatkan bonus demografi 2035 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ini dilakukan dengan pengembangan pendidikan, pemagangan, peningkatan kompetensi lulusan SMK, serta perluasan akses belajar masyarakat desa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....