Pemerataan Akses Internet, Kemkomdigi Tekankan Transformasi Digital Menyeluruh

  • 07 Agt 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dirjen Ekodigi Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menegaskan pembangunan digital harus dilakukan secara menyeluruh untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
  • Pernyataan ini disampaikan dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta.
  • Pembangunan digital menyeluruh merupakan upaya konkret pemerintah dalam mewujudkan transformasi digital Indonesia yang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Jenderal Ekosistem Digital (Dirjen Ekodigi) Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah menegaskan, pembangunan digital harus dilakukan secara menyeluruh. Hal itu disampaikannya dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026.

Ia menjelaskan pembangunan digital secara menyeluruh ini, untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam penggunaan digital. Pembangunan digital ini, merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan transformasi digital Indonesia.

Dalam mewujudkan hal tersebut ditekankan Edwin, bahwa pembangunan digital tidak cukup hanya mengandalkan infrastrukturnya. Namun diungkapkan Dirjen Ekodigi, pembangunan digital secara menyeluruh atau 360 derajat ini, juga harus mencakup ekosistem digital.

"Fondasinya harus terhubung, ekosistemnya harus mampu tumbuh, dan setiap lapisannya harus tetap terjaga agar digitalisasi berlangsung aman dan terpercaya," kata Edwin dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa pemerintah menggeser fokus pembangunan dari sekedar perluasan cakupan, menuju konektivitas masyarakat. Melalui perluasan cakupan tersebut, masyarakat dapat menikmati akses jaringan internet dan menghasilkan nilai tambah.

Dalam hal ini diungkapkan Edwin, telah lebih dari 80 persen penduduk Indonesia telah terkoneksi internet. Sementara dari sisi cakupan jaringan internet 4G dijelaskannya, telah mencapai lebih dari 98 persen.

Pemerintah juga telah menyiapkan layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan harga terjangkau untuk 10,8 juta rumah tangga. Hal ini diungkapkan Dirjen Ekodigi Edwin, dilakukan melalui pemanfaatan spektrum 1,4 GHz.

Di sisi lain, perluasan layanan 5G juga terus dilakukan melalui pemanfaatan frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Konektivitas serat optik juga diperluas ke lebih 500.000 fasilitas publik, untuk memberikan pemerataan akses internet bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Yang kami petakan bukan hanya lokasi jaringan. Kami memetakan sekolah yang membutuhkan konektivitas, fasilitas kesehatan yang harus melayani masyarakat, pusat ekonomi yang harus berkembang, dan wilayah yang belum memperoleh kesempatan yang sama menuju masa depan digital," ucap Edwin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....