Kemenko Pangan: GSPI ASRI Dorong Pelabuhan Hijau Perkuat Logistik Pangan
- 02 Jul 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- GSPI ASRI Dorong Pelabuhan Hijau Perkuat Logistik Pangan
- Program mengintegrasikan Green and Smart Port dengan Gerakan Indonesia ASRI
- Delapan pelabuhan meraih sertifikasi Green and Smart Port 2025
- Sertifikasi menggunakan standar internasional dengan penilaian 80 persen Green Port dan 20 persen Smart Port
- Pemerintah menargetkan Green and Smart Port menjadi standar seluruh pelabuhan di Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Pangan meluncurkan Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026. Hal ini sebagai upaya memperkuat sistem logistik pangan nasional.
Program ini mengintegrasikan transformasi pelabuhan ramah lingkungan dan digital dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). GSPI ASRI merupakan pengembangan dari program Green and Smart Port yang telah berjalan sejak 2019.
"Green and Smart Port Initiative ini looking forward. Kami langsung memasukkan inisiatif Presiden tentang ASRI, Aman, Sehat, Resik, dan Indah," ujar Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yulionodalam konferensi pers di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Rabu 1 Juli 2026.
Menurutnya, pelabuhan menjadi simpul utama distribusi pangan dari sentra produksi menuju pusat konsumsi hingga pasar ekspor. Karena itu, transformasi pelabuhan melalui digitalisasi dan penerapan prinsip ramah lingkungan dinilai menjadi faktor penting mendukung ketahanan pangan nasional.
Tatang menjelaskan, asesmen Green and Smart Port menggunakan standar internasional. Penilaian dilakukan sepanjang tahun dengan komposisi 80 persen Green Port dan 20 persen Smart Port.
"Asesmennya sangat ketat menggunakan standar internasional. Pendekatannya terkait teknologi pintar dan juga ramah lingkungan," katanya.
Ia menambahkan sertifikasi Green and Smart Port diharapkan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap pelabuhan yang telah menerapkan standar keberlanjutan. Dengan demikian, pelabuhan tidak hanya menjadi simpul distribusi, tetapi juga memiliki daya saing dalam rantai pasok nasional maupun global.
"Kami ingin menyampaikan kepada seluruh pelaku usaha bahwa delapan pelabuhan ini telah mendapatkan sertifikasi. Harapan besarnya membawa kepercayaan dari pelaku usaha," ucapnya.
Sebanyak delapan pelabuhan dinyatakan memenuhi standar Green and Smart Port 2025. Delapan pelabuhan tersebut yakni TUKS PT Petrokimia Gresik, Terminal Khusus PT Pupuk Kalimantan Timur, dan PT Krakatau Bandar Samudera.
Lalu PT Vale Indonesia Tbk, PT Indonesia Kendaraan Terminal, dan PT Pelindo Terminal Petikemas Banjarmasin. Serta PT Pelindo Multi Terminal Cabang Tanjung Intan, dan PT Pelindo Terminal Petikemas Bitung.
Selain mendorong efisiensi logistik, penerapan program ini juga ditujukan untuk menekan emisi karbon melalui pengelolaan yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah berharap semakin banyak pelabuhan Indonesia mengikuti asesmen sehingga tercipta ekosistem logistik yang modern, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan memproyeksikan penerapan Green and Smart Port akan menjadi standar bagi pelabuhan di Indonesia. Kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap seiring bertambahnya pelabuhan yang memenuhi sertifikasi Green and Smart Port.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, mengatakan saat ini sertifikasi Green and Smart Port masih bersifat sukarelawan. Namun, ke depan pemerintah akan mendorong penerapannya menjadi kewajiban bagi seluruh pelabuhan.
"Pada waktunya nanti bisa menjadi suatu kewajiban ketika hampir semua pelabuhan atau fasilitas dermaga sudah tersertifikasi. Green and Smart Port ini nantinya akan menjadi standar yang kami terapkan," ucapnya.
Menurut Masyhud, konsep Green and Smart Port menitikberatkan pada pengelolaan pelabuhan yang ramah lingkunga. Dimana bobot penilaian 80 persen dan aspek digitalisasi sebesar 20 persen.
Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Ia menjelaskan pemerintah sengaja melibatkan lembaga independen dalam proses asesmen agar hasil sertifikasi lebih objektif.
"Kami akan gunakan ini untuk memberikan dorongan kepada pelabuhan-pelabuhan yang beroperasi, baik pelabuhan umum maupun pelabuhan khusus. Yang belum mendapatkan sertifikasi akan kami dorong terus agar mengikuti standar yang sama," katanya.
Selain memberikan penghargaan kepada pelabuhan yang telah memenuhi standar, Kemenhub juga akan melakukan pembinaan terhadap pelabuhan yang belum tersertifikasi. Menurut Masyhud, langkah itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan pelabuhan secara menyeluruh.
Puncak GSPI ASRI 2026 akan digelar pada 15 Juli 2026 di Dermaga C Pelabuhan PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut pemerintah akan menyerahkan penghargaan kepada delapan pelabuhan yang dinilai berhasil menerapkan prinsip Green and Smart Port.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....