Kemendikdasmen: Revitalisasi Sekolah Tingkatkan Kualitas Belajar di Wakatobi

  • 01 Jul 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan program revitalisasi satuan pendidikan telah meningkatkan kenyamanan dan keamanan kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara
  • Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti
  • Ia mengatakan revitalisasi sekolah merupakan wujud komitmen pemerintah

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan program revitalisasi satuan pendidikan telah meningkatkan kenyamanan dan keamanan kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.

Ia mengatakan revitalisasi sekolah merupakan wujud komitmen pemerintah. Dalam menghadirkan akses pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh peserta didik.

"Revitalisasi satuan pendidikan ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan yang bermutu. Sekolah harus menjadi tempat yang paling dirindukan dan menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu," kata Mu'ti, Rabu, 1 Juli 2026.

Salah satu sekolah yang merasakan manfaat program tersebut adalah SMP Swasta Maritim Mola di Kabupaten Wakatobi. Sebelum direvitalisasi, sekolah tersebut mengalami berbagai kerusakan, mulai dari atap bocor, lantai yang rapuh, hingga struktur bangunan berbahan kayu yang mulai lapuk.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD, Dikdas, dan PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan revitalisasi menjadi bagian dari upaya pemerintah. Dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, termasuk di wilayah pesisir dan kepulauan.

"Bagi anak-anak Suku Bajo di Wakatobi, sekolah yang layak bukan sekadar bangunan baru. Melainkan ruang aman dan nyaman untuk menumbuhkan harapan, menjaga identitas kemaritiman, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP Swasta Maritim Mola, Narto, mengatakan letak sekolah yang berada di kawasan pesisir dengan karakteristik permukiman Suku Bajo menghadirkan tantangan tersendiri dalam pembangunan sarana pendidikan. Menurutnya, sekolah harus mampu menghadirkan proses pembelajaran yang adaptif tanpa menghilangkan identitas dan tradisi kemaritiman masyarakat setempat.

"Secara geografis sekolah kami berada di tengah komunitas Suku Bajo di kawasan pesisir. Setelah pulang sekolah, banyak anak-anak yang ikut orang tua mereka melaut atau memancing, karena itu, sekolah juga harus mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif tanpa membuat mereka kehilangan identitas dan tradisi kemaritiman," ujarnya.

Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, SMP Swasta Maritim Mola memperoleh anggaran sekitar Rp2,96 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun empat ruang kelas baru, ruang perpustakaan, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), ruang administrasi, toilet, serta merehabilitasi laboratorium IPA.

Narto mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Khususnya bagi sekolah di wilayah pesisir, yang dinilai telah memberikan perubahan nyata terhadap kualitas layanan pendidikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....