Kemendikdasmen Perkuat Tiga Langkah Pelayanan Pendidikan di Wilayah Kepulauan

  • 27 Jun 2026 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemerataan mutu pendidikan di wilayah kepulauan melalui tiga pendekatan sekaligus.
  • Pendekatan itu mencakup infrastruktur fisik, penguatan kompetensi guru, dan pembangunan budaya sekolah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemerataan mutu pendidikan di wilayah kepulauan melalui tiga pendekatan sekaligus. Pendekatan itu mencakup infrastruktur fisik, penguatan kompetensi guru, dan pembangunan budaya sekolah.

Pada 2025, pemerintah telah merevitalisasi 16.167 sekolah di seluruh Indonesia. Prioritas selanjutnya diarahkan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta wilayah terdampak bencana.

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha mengatakan, revitalisasi bukan sekadar perbaikan fisik gedung. Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu yang menjangkau seluruh anak Indonesia.

"Ke depan revitalisasi diprioritaskan untuk daerah 3T dan wilayah terdampak bencana. Sekolah yang mengalami kerusakan juga masuk dalam prioritas penanganan," ujar Yudhistira saat kunjungan kerja ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Selain infrastruktur fisik, pemerintah mendistribusikan interactive panel untuk digitalisasi pembelajaran. Teknologi ini mendorong proses belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada peserta didik.

Penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi pendekatan kedua yang dijalankan pemerintah. Guru yang kompeten dinilai sebagai kunci utama peningkatan mutu pendidikan di daerah terpencil.

Pendekatan ketiga adalah pembangunan budaya sekolah melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menumbuhkan karakter positif.

Di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, tantangan geografis tidak menyurutkan komitmen pemerintah. Suku Dinas Pendidikan setempat kini melayani 44 sekolah negeri, sembilan sekolah swasta, dan tujuh madrasah.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu Muhammad Thohari menegaskan setiap anak berhak atas layanan pendidikan yang setara. Sekolah dirancang bukan hanya sebagai ruang belajar, tetapi juga ruang berekspresi dan membangun kepercayaan diri.

"Kami ingin memastikan setiap anak di Kepulauan Seribu memperoleh hak pendidikan yang sama. Sekolah harus menjadi ruang bagi anak untuk berkreasi dan membangun kepercayaan diri," kata Thohari.

Salah satu wujud nyatanya adalah program Ruang Seni Siswa yang dijalankan di sekolah-sekolah kepulauan. Melalui kegiatan seni, siswa dilatih mengembangkan potensi diri sejak dini.

Pemerintah berkomitmen menjadikan sekolah di Kepulauan Seribu sebagai wadah pencetak generasi unggul. Anak-anak kepulauan hari ini disiapkan sebagai masa depan Jakarta dan Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....