Menkop Ajak Kampus Cetak Wirausaha Lewat Koperasi Modern
- 30 Jun 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya wirausaha berbasis koperasi modern. Menurutnya, koperasi kini telah bertransformasi dan membuka ruang bagi mahasiswa untuk membangun usaha secara kolaboratif.
Ferry mengatakan koperasi saat ini tidak lagi identik dengan model usaha konvensional. Transformasi koperasi telah menjangkau sektor ekonomi digital, pertanian modern, industri kreatif, pangan, kesehatan, pariwisata hingga ekonomi hijau.
“Kementerian Koperasi terus melakukan transformasi menuju koperasi modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Lalu dikelola secara profesional, berbasis teknologi digital, serta mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas,” ujar Ferry, dalam keterangannya, Selasa, 30 Juni 2026.
Ia pun mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Universitas Padjadjaran dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kampus memiliki peran penting sebagai pusat inovasi dan perubahan.
Dalam kesempatan itu, Ferry menyampaikan tiga pesan kepada mahasiswa. Pertama, membangun pola pikir kewirausahaan dan tidak takut gagal dengan menjadikan kampus sebagai ruang bereksperimen.
Kedua, memanfaatkan koperasi sebagai wadah kolaborasi karena di era digital kolaborasi dinilai lebih penting dibanding sekadar kompetisi. Ketiga, menjadi generasi yang tidak hanya mengejar keuntungan materi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Talenta Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan tujuan acara kegiatan Literasi Perkoperasian bagi Generasi Muda. Kegiatan ini kolaborasi Kementerian Koperasi dengan Universitas Padjadjaran,
Ia menyebut, kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Unpad Preneur. Sebanyak 49 tim wirausaha muda juga memamerkan produk inovasi mereka.
Destry berharap produk-produk tersebut nantinya dapat dipasarkan melalui gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sehingga mampu meningkatkan skala usaha para mahasiswa.
“Literasi dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk mengubah persepsi generasi muda bahwa koperasi bukan lagi lembaga yang kuno. Melainkan solusi ekonomi modern yang mampu mendorong kolaborasi usaha dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Rektor Universitas Padjadjaran Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengakui masih banyak persepsi negatif terhadap koperasi. Terutama seiring ramainya pembahasan mengenai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Namun, ia menegaskan koperasi merupakan amanat konstitusi yang mengedepankan prinsip gotong royong untuk mewujudkan keadilan sosial. “Saya mengajak mahasiswa mengawal implementasi nilai-nilai koperasi dengan pendekatan yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan zaman,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....